https://ciayumajakuning.id
No Result
View All Result
Minggu, 26 Juli 2026
  • Umum
  • Seni & Budaya
  • Pariwisata
  • Ekbis
  • Teknologi
  • Lifestyle
  • Umkm
Informasi Seputar Cirebon Raya
No Result
View All Result
Home Ekbis

BI Perkuat Stabilitas Rupiah, Perbankan Dapat Akses Likuiditas Lebih Longgar

by Noer Panji
9 Juni 2026
in Ekbis

Jurus BI perkuat nilai tukar rupiah. (Ist)

CIAYUMAJAKUNING.ID: Bank Indonesia (BI) mengambil langkah agresif untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sekaligus memastikan likuiditas perbankan tetap memadai di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih berlangsung.

Melalui serangkaian kebijakan moneter terbaru, BI memperluas fasilitas pendanaan perbankan, meningkatkan intensitas operasi pasar, serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah guna menjaga stabilitas ekonomi nasional.

BacaJuga

Mengenal Peluang Menabung Saham AS bagi Investor Indonesia

Pendiri BioMom Swiluva Ma Jajaki Kolaborasi dengan Kemendukbangga untuk Cegah Stunting

Bohopanna Hadir Bersama Seribu Paras, Luncurkan Koleksi Pertama Karya Anak dengan Down Syndrome

Mesin Digital CS di BRI BO Veteran Permudah Layanan Nasabah, Lebih Cepat, Mudah, dan Praktis

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, mengatakan BI tetap memberikan fasilitas swap reguler sesuai mekanisme pasar. Kebijakan ini menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga keseimbangan likuiditas dan mendukung stabilitas pasar keuangan domestik.

Selain itu, Bank Indonesia kembali membuka lelang instrumen repurchase agreement (repo) untuk tenor 3, 6, 9, dan 12 bulan. Fasilitas tersebut memberikan ruang yang lebih luas bagi perbankan untuk memperoleh likuiditas sehingga aktivitas intermediasi dan pembiayaan kepada sektor riil dapat terus berjalan.

Menurut Ramdan, perluasan fasilitas repo tersebut juga menjadi strategi utama BI dalam mengelola likuiditas moneter. Ke depan, instrumen repo akan lebih dioptimalkan dibandingkan kebijakan pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder yang selama ini menjadi salah satu instrumen pengelolaan likuiditas.

“Langkah ini dilakukan untuk memastikan pertumbuhan Uang Primer (M0) tetap terjaga pada level double digit atau di atas 10 persen,” ujarnya.

Tak hanya fokus pada likuiditas perbankan, BI juga meningkatkan operasi moneter baik dalam rupiah maupun valuta asing untuk memperkuat stabilitas kurs rupiah.

Pada pasar domestik, BI kini menggelar lelang Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) sebanyak dua kali dalam sepekan.

Kebijakan tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya tarik instrumen keuangan domestik sekaligus menjaga keseimbangan likuiditas di pasar uang.

Sementara itu, intervensi di pasar valuta asing dilakukan melalui berbagai instrumen, mulai dari transaksi spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik, hingga transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar internasional.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi BI untuk meredam volatilitas nilai tukar rupiah dan menjaga kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia.

Di sisi lain, Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dalam menjaga stabilitas makroekonomi.

Sinergi kebijakan fiskal dan moneter yang telah dibangun selama ini dinilai menjadi kunci dalam menghadapi berbagai tekanan ekonomi global.

Ramdan menjelaskan, koordinasi tersebut sejalan dengan komitmen yang telah disampaikan bersama Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia pada 6 Juni 2026 lalu.

Salah satu fokus utama kebijakan bersama tersebut adalah meningkatkan daya tarik investasi portofolio asing, khususnya pada instrumen SRBI dan Surat Berharga Negara (SBN), sehingga mampu mendorong masuknya aliran modal ke Indonesia.

Selain itu, pemerintah dan BI juga memastikan kecukupan likuiditas di pasar uang dengan menjaga pengelolaan kas pemerintah tetap berada di Bank Indonesia. Langkah ini diyakini akan memperkuat efektivitas kebijakan moneter sekaligus mendukung stabilitas nilai tukar rupiah.

Bank Indonesia optimistis fondasi ekonomi Indonesia tetap kuat dan mampu menghadapi berbagai tantangan global.

Dengan sinergi kebijakan yang semakin erat antara otoritas fiskal dan moneter, stabilitas makroekonomi diharapkan tetap terjaga sehingga mampu mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.

Tags: Bank IndonesiaheadlineNilai Tukar RupiahPendanaan PerbankanRupiah Melemah

Related Posts

Pendiri BioMom Swiluva Ma Jajaki Kolaborasi dengan Kemendukbangga untuk Cegah Stunting

Mengenal Peluang Menabung Saham AS bagi Investor Indonesia

25 Juli 2026
Pendiri BioMom Swiluva Ma Jajaki Kolaborasi dengan Kemendukbangga untuk Cegah Stunting

Pendiri BioMom Swiluva Ma Jajaki Kolaborasi dengan Kemendukbangga untuk Cegah Stunting

25 Juli 2026
Satu Tahun Perjalanan Eatsy Meal: Grouu Hadirkan Real Food untuk Anak Indonesia, Dari Rumah Hingga Lokasi Bencana

Bohopanna Hadir Bersama Seribu Paras, Luncurkan Koleksi Pertama Karya Anak dengan Down Syndrome

25 Juli 2026
Satu Tahun Perjalanan Eatsy Meal: Grouu Hadirkan Real Food untuk Anak Indonesia, Dari Rumah Hingga Lokasi Bencana

Mesin Digital CS di BRI BO Veteran Permudah Layanan Nasabah, Lebih Cepat, Mudah, dan Praktis

25 Juli 2026
Disiplin Risk-Reward Ratio: Kunci Menjaga Pertumbuhan Modal Jangka Panjang

Disiplin Risk-Reward Ratio: Kunci Menjaga Pertumbuhan Modal Jangka Panjang

25 Juli 2026
WSBP Suplai PC-I Girder untuk Proyek Jalan Perbaikan Singaraja–Mengwitani Hubungkan Kawasan Strategis

WSBP Suplai PC-I Girder untuk Proyek Jalan Perbaikan Singaraja–Mengwitani Hubungkan Kawasan Strategis

25 Juli 2026

Redaksi | Tentang Kami | Pedoman Media Siber

Partner

© 2026 ciayumajakuning.id - PT. Sonde Mitra Utama
No Result
View All Result
  • Umum
  • Seni & Budaya
  • Pariwisata
  • Ekbis
  • Teknologi
  • Lifestyle
  • Umkm

© 2020 ciayumajakuning.id