spot_img
Jumat, Juni 5, 2026
More

    Sekolah di Kabupaten Rote Ndao NTT Berhasil Memenangkan Kompetisi Sekolah Tersehat Paling Bergengsi Se-Asia Pasifik yang diselenggarakan oleh AIA Group

    Kompetisi Sekolah
    Tersehat AIA adalah ajang penghargaan paling bergengsi di Asia-Pasifik yang
    ditujukan kepada sekolah-sekolah yang berhasil mentransformasi Masalah  kesehatan para siswanya.

    Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Sekolah Dasar Negeri
    Papela, sebuah sekolah dasar di Kabupaten Rote Ndao NTT berhasil memenangkan
    Kompetisi Sekolah Tersehat AIA 2025 dan menerima hadiah sebesar 40.000 dolar
    AS. Penghargaan bergengsi ini didapatkan atas keberhasilannya dalam mengatasi
    permasalahan literasi rendah/low literacy dan inovasinya dalam mengubah
    sampah menjadi peralatan sekolah.

    Kini memasuki tahun ketiga, Kompetisi Sekolah Tersehat
    AIA yang diinisiasi oleh AIA Group mengadakan kompetisi bagi sekolah yang berhasil
    melakukan transformasi atau perubahan nyata bagi permasahalahan kesehatan para siswanya.
    Penghargaan yang diadakan oleh AIA Group ini merupakan ajang paling bergengsi
    di Asia-Pasifik

    UPTD SD Negeri Papela berhasil mengungguli ratusan pendaftar
    dari berbagai negara di Asia Asia-Pasifik. Pengumuman pemenang Regional dilakukan
    pada sebuah upacara yang diadakan di Da Nang, Vietnam, 3 Juli 2025.

    UPTD SD Negeri Papela adalah sekolah dasar yang terletak
    di pulau terpencil Rote Ndao di provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia.
    Dihadapkan dengan masalah sampah yang serius dan tingkat literasi yang rendah,
    sekolah ini meluncurkan inisiatif bernama ‘Ecolitera: Sampah Bercerita’ untuk
    mengubah sampah sehari-hari menjadi alat pendidikan sekaligus mengajar siswa
    dan komunitas yang lebih luas tentang keberlanjutan.

    Melalui Ecolitera, siswa mengumpulkan sampah plastik
    dengan imbalan perlengkapan sekolah, menggunakan bahan daur ulang untuk membuat
    papan baca, dan membangun perabot kelas dari botol berisi plastik yang dikenal
    sebagai ecobrick. Ban bekas didaur
    ulang menjadi pot tanaman untuk menanam tanaman bergizi dengan dukungan dari
    klinik kesehatan setempat. Kemudian, sampah organik diubah menjadi eco-enzyme, pupuk alami yang dibagikan
    kepada para petani.

    Proyek ini telah membuat dampak besar. Hampir semua
    siswa kini memilah sampah mereka, dan sebagian besar orang tua mempraktikkan
    daur ulang di rumah. Keterampilan membaca dan menulis telah meningkat sebesar
    70%, dan lebih dari 450 ecobrick telah
    dibuat. Taman sekolah mendukung pendidikan kesehatan, dan produksi eco-enzyme telah memberikan manfaat
    bagi 24 petani.

    Ecolitera telah menyatukan siswa, guru, dan keluarga,
    dan kini diakui oleh pemerintah daerah sebagai model perintis. Ini menunjukkan
    bagaimana kreativitas dan semangat komunitas dapat mengubah tantangan menjadi
    peluang untuk masa depan yang lebih sehat dan lebih cerdas.

    Pemenang AIA
    Outstanding Mental Wellbeing Award

    Selain itu, SMP Negeri 43 Kota Bandung Jawa Barat
    berhasil memenangkan AIA Outstanding Mental Wellbeing Award dan mendapatkan
    hadiah senilai 15.000 dolar AS. Capaian ini diraih atas inisiatif projek yang
    dilakukan oleh siswa di sana untuk mengatasi masalah perundungan dan kesehatan
    mental melalui aplikasi seluler yang dimodifikasi.

    SMP Negeri 43 Bandung melayani lebih dari 975 siswa di
    jantung Kota Bandung. Sekolah ini meluncurkan aplikasi ‘Bejakeun.’ sebagai
    inisiatif menciptakan rasa “aman dan bahagia’ bagi para siswanya. Aplikasi ini
    bertujuan untuk mengatasi meningkatnya kekhawatiran seputar perundungan dan
    kesehatan mental. Di daerah padat penduduk di mana 30% siswa mengalami
    kecemasan atau depresi, sekolah ini mengambil pendekatan digital-first.

    Siswa dan guru bersama-sama mengembangkan aplikasi
    seluler ‘Bejakeun’ yang berarti ‘berbicara’ dalam bahasa Sunda — untuk
    memungkinkan laporan anonim tentang perundungan. Aplikasi ini didukung oleh
    berbagai kegiatan pengembangan emosional dan spiritual, termasuk pelatihan ESQ
    (Emotional & Spiritual Quotient), doa mingguan bersama, kampanye anti-perundungan
    yang dipimpin teman sebaya, dan jangkauan media sosial.

    Inisiatif yang dipimpin oleh Tim Pencegahan dan
    Penanganan Kekerasan (TPPK) sekolah, melibatkan guru, siswa, dan orang tua.
    Kegiatan ini menjangkau 975 siswa, dan sebanyak 28 guru wali kelas dan 15 staf
    TPPK jujga aktif terlibat.

    Hasilnya, terdapat peningkatan kepercayaan diri siswa,
    empati, dan suasana kelas, bersamaan dengan berkurangnya kasus perundungan.
    Orang tua dan guru telah melaporkan peningkatan yang nyata dalam kesejahteraan
    siswa.

    Kompetisi Sekolah Tersehat AIA mendorong gaya hidup
    aktif, kesejahteraan mental, kesehatan dan keberlanjutan, serta kebiasaan makan
    sehat di kalangan siswa sekolah dasar dan menengah di seluruh Asia-Pasifik. Seperti
    diketahui, tantangan kesehatan yang dihadapi kaum muda di kawasan Asia Pasifik
    semakin meningkat, Program Sekolah Tersehat AIA menyediakan platform bagi
    sekolah-sekolah untuk menampilkan dampak-dampak yang sudah telah dihasilkan
    dengan tujuan menginspirasi sekolah lain.

    Stuart A. Spencer, Ketua Juri Kompetisi Sekolah Tersehat
    AIA dan Chief Marketing Officer AIA Group Stuart A. Spencer mengatakan, “Kompetisi
    Sekolah Tersehat AIA adalah tentang memberikan pengakuan terhadap kegiatan luar
    biasa dan gerakan yang memicu dan menciptakan dampak positif yang jauh
    melampaui apa yang dilakukan para siswa di kelas. Program ini adalah
    manifestasi kuat dari tujuan kami untuk membantu orang-orang dalam menjalani
    hidup yang lebih sehat, panjang umur, dan hidup yang lebih baik.”

    “Selamat kepada seluruh pemenang regional, UPTD SD
    Negeri Papela dari Indonesia, dan kepada semua pemenang kategori kami yang luar
    biasa, termasuk SMP Negeri 43 Bandung. Kesuksesan dan pertumbuhan program ini
    adalah penghargaan atas komitmen luar biasa dari sekolah, guru, orang tua, dan kementerian
    pendidikan. Bersama-sama, kita membentuk masa depan yang lebih sehat untuk
    generasi berikutnya,” tambah Stuart.

    Pada sambutannya di acara penghargaan, AIA Group Chief
    Executive and President Lee Yuan Siong mengatakan,” Kami meluncurkan program
    Sekolah Tersehat AIA karena kami melihat bahwa anak-anak menghadapi masalah
    kesehatan yang begitu cepat; diabetes, 
    hipertensi, kecemasan, dan obesitas. Di sisi lain, kami juga melihat hal
    lain, yaitu keinginan untuk menciptakan perubahan nyata dan bermakna. Dari
    penelitian yang kami lakukan pada tahun 2024, 94% siswa mengatakan kepada kami
    bahwa mereka sekarang lebih memahami bagaimana menjalani hidup sehat dan 88%
    terlibat dalam percakapan tentang kesehatan di rumah dan dengan
    teman-teman.”

    “Ini bukan sekedar statistik. Ini adalah kehidupan
    yang meningkat secara real time. Ini
    adalah benih perubahan yang ditanam oleh Anda, dan tumbuh di sekolah-sekolah di
    seluruh kawasan Asia Pasifik. Setiap finalis malam ini telah melakukan sesuatu
    yang luar biasa. Mereka telah menghidupkan kesehatan dan kesejahteraan dengan
    cara yang sesuai dengan siswa, budaya, dan komunitas mereka.” tutupnya.

    Tentang Kompetisi
    Sekolah Tersehat AIA:

    Sejak diluncurkan, kompetisi ini telah berkembang pesat,
    tumbuh dari empat menjadi delapan partisipan: Australia, Hong Kong, Thailand,
    Vietnam, Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Sri Lanka. Peserta diminta untuk
    merinci proyek kesehatan dan kesejahteraan yang mereka jalankan, bagaimana
    mereka mewujudkannya, dan perbedaan yang dibuatnya bagi komunitas sekolah
    mereka.

    Selama April dan Mei 2025, terdapat 16 pemenang — satu
    sekolah dasar dan satu sekolah menengah di masing-masing delapan pasar yang
    berpartisipasi — dipilih berdasarkan kekuatan proyek kesehatan dan kesejahteraan
    yang mereka kirimkan.

    Pada tanggal 3 Juli, UPTD SD Negeri Papela di Indonesia
    terpilih sebagai pemenang keseluruhan pan-Asia-Pasifik untuk menerima hadiah
    senilai 40.000 dolar AS yang harus dihabiskan untuk inisiatif kesehatan yang
    dijalankan oleh sekolah.

    Selain itu,terdapat empat kategori penghargaan lain
    turut diberikan. AIA Outstanding Healthy Eating Award diberikan kepada Happy
    Hollow National High School di Filipina; AIA Outstanding Active Lifestyles
    Award diberikan kepada Jaffna Hindu College di Sri Lanka; AIA Outstanding
    Mental Wellbeing Award diberikan kepada SMP Negeri 43 Bandung di Indonesia; dan
    AIA Outstanding Health & Sustainability Award diberikan kepada Tessaban 1
    Kittikachorn di Thailand. Setiap pemenang kategori menerima hadiah US$15.000.

    Pada Februari 2022, AIA menetapkan ambisi untuk
    melibatkan satu miliar orang untuk menjalani hidup sehat, panjang umur, dan
    lebih baik di tahun 2030 melalui inisiatif AIA One Billion. Kompetisi Sekolah
    Tersehat AIA berkontribusi pada tujuan ini karena melibatkan, menginspirasi,
    dan mendidik komunitas untuk menjalani gaya hidup yang lebih sehat.

    Berita Lainnya

    spot_img

    Related Stories