https://ciayumajakuning.id
No Result
View All Result
Minggu, 23 Agustus 2026
  • Umum
  • Seni & Budaya
  • Pariwisata
  • Ekbis
  • Teknologi
  • Lifestyle
  • Umkm
Informasi Seputar Cirebon Raya
No Result
View All Result
Home Umum

Balita Asal Pamengkang Harus Koma, Setelah Sebelumnya Digigit Ular Berbisa

by Andika
11 Februari 2020
in Umum
Balita Asal Pamengkang Harus Koma, Setelah Sebelumnya Digigit Ular Berbisa

Wakil Direktur RSD Gunung Jati, dr. Maria seeang menjelaskan kondisi korban serta penanganannya

CIREBON, – Anak berusia empat tahun sampai saat ini masih mengalami koma di Rumah Sakit Daerah Gunung Jati Cirebon setelah sebelumnya menjadi korban gigitan ular ganas.

Wakil Direktur Rumah Sakit Daerah Gunung Jati Cirebon, dr. Maria saat ditemui di rumah sakit mengatakan sudah empat hari kondisi korban gigitan ular masih mengalami koma. 

BacaJuga

Semarak Kemerdekaan Siliwangi 2026 Ditutup Meriah, Ribuan Warga Padati Stadion Siliwangi

Laskar Gerindra Kuningan Digembleng Tina Wiryawati, Hadirkan Solusi untuk Masyarakat

KDM Tinjau Korban Gempa Manggarai Timur, Bantuan Rp20 Juta untuk Rumah Rusak Berat

Lantik Empat Kuwu PAW, Wabup Cirebon Singgung Pilwu 2027

“Segala apa yang bisa diusahakan kami terus upayakan, bahkan kita juga hingga menghadirkan ahli pakar ular perwakilan dari WHO, Dr. dr. Tri Maharani yang langsung cek ke lapangan setelah melihat kondisi korban,” kata dia, Selasa (11/2/2020).

Hasil dari pengecekan lokasi kejadian yakni di Desa Pamengkang sebagai daerah urban dengan sanitasi yang buruk dan di lingkungan rumah korban memelihara ayam.

“Setelah tadi pagi kita cek ke lapangan didapatkan kondisi lingkungan rumah korban kurang baik dan didalam rumahnya memelihara ayam yang mengundang ular datang,” katanya.

Komanya korban hingga empat hari lamanya disebabkan bisa ular yang berada di tubuh korban terdapat dua jenis bisa yakni Neorotoxic dan Haematoxic. Atas dasar hal itu diungkapkannya, bila dr. Tri Maharani sampai harus berpikir keras untuk mencari alternatif lain. Pasalnya jenis ular belum diketahui dan yang dikhawatirkan jenis ular yang menggigit anak berusia empat tahun itu dari jenis hybrid atau kawin silang sesama ular ganas yang kemudian menghasilkan keturunan dengan toxic yang berbeda.

“Kami sampai harus menerjunkan dokter pakar ular, dokter spesialis bedah, dan dokter Spesialis anak. Saat ini korban sedang dirawat di ruang Picu dan mendapatkan perhatian khusus dari kami,” tuturnya.

Maria menceritakan kronologis hingga korban mengalami koma akibat gigitan ular. Jika terpatok ular kondisi anak sedang tertidur dan kemudian ibu korban hendak menggantikan celana korban dan ditemukan seekor ular sedang menggigit bagian kaki korban. Mengetahui anaknya terpatok ular, orang tua dari korban langsung membawa ke salah satu rumah sakit. Namun, rumah sakit tersebut tidak memiliki serum anti bisa, sehingga langsung di rujuk ke RSD Gunung Jati Cirebon.

“Sebelum kesini korban di bawa disalah satu rumah sakit, tapi rumah sakit itu gak punya serum anti bisa, sehingga korban langsung di rujuk kesini,” bebernya.

Usaha yang dilakukan oleh pihak rumah sakit terhadap korban gigitan ular dengan cara memberikan serum anti bisa ular sebanyak 10 vail. Dikatakannya pula, bila sebelumnya RSD Gunung Jati sempat merawat korban gigitan ular dan dapat ditangani, karena jenis ular yang menggigit korban tersebut dapat diketahui sehingga dalam penangananya pun dapat disesuaikan.

Tags: BeritaCirebonTerkiniCiayumajakuningGigitanularUlarberbisa

Related Posts

Semarak Kemerdekaan Siliwangi 2026 Ditutup Meriah, Ribuan Warga Padati Stadion Siliwangi

Semarak Kemerdekaan Siliwangi 2026 Ditutup Meriah, Ribuan Warga Padati Stadion Siliwangi

23 Agustus 2026

Laskar Gerindra Kuningan Digembleng Tina Wiryawati, Hadirkan Solusi untuk Masyarakat

22 Agustus 2026
KDM Tinjau Korban Gempa Manggarai Timur, Bantuan Rp20 Juta untuk Rumah Rusak Berat

KDM Tinjau Korban Gempa Manggarai Timur, Bantuan Rp20 Juta untuk Rumah Rusak Berat

22 Agustus 2026
Lantik Empat Kuwu PAW, Wabup Cirebon Singgung Pilwu 2027

Lantik Empat Kuwu PAW, Wabup Cirebon Singgung Pilwu 2027

22 Agustus 2026
Kesbangpol Kota Cirebon Diminta Progresif Soal Kerawanan Sosial

Kesbangpol Kota Cirebon Diminta Progresif Soal Kerawanan Sosial

20 Agustus 2026
Dedi Mulyadi: Pers Punya Peran Penting di Tengah Banjir Informasi dan Perkembangan AI

Dedi Mulyadi: Pers Punya Peran Penting di Tengah Banjir Informasi dan Perkembangan AI

19 Agustus 2026

Berita Terpopuler

  • Matahari Penyelamat Petani: Inovasi Pompa Tenaga Surya Atasi Ancaman Kekeringan di Majalengka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dana BUMDes Desa Kejuden Diduga Digelapkan Hingga Rp 200 Juta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lirik Lagu Mabok Ngeslot Anik Arnika Bahasa Cirebon Dan Bahasa Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pecah Kongsi 4.0: Ketika Adu Domba Digital dan Identitas Mengancam Kebhinekaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengintip Proyek Wisata Jabar Land Park Susukanlebak Cirebon

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hotel Menjamur, PHRI Kota Cirebon Usulkan Moratorium

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fure: Inovasi Mahasiswa dalam Pengelolaan Sampah Menjadi Furniture Berkelanjutan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • ESG Award 2026 by KEHATI Kembali Digelar, Dorong ESG Menjadi Standar Baru Daya Saing Bisnis Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Investasi Kota Cirebon Tembus Rp3,2 Triliun, Lima Hotel Berbintang Segera Berdiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumur Tujuh Cikajayaan Pasawahan Situs Mata Air Bersejarah di Kuningan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Redaksi | Tentang Kami | Pedoman Media Siber

Partner

© 2026 ciayumajakuning.id - PT. Sonde Mitra Utama
No Result
View All Result
  • Umum
  • Seni & Budaya
  • Pariwisata
  • Ekbis
  • Teknologi
  • Lifestyle
  • Umkm

© 2020 ciayumajakuning.id