Connect with us

Umum

Balita Asal Pamengkang Harus Koma, Setelah Sebelumnya Digigit Ular Berbisa

Published

on

CIREBON, – Anak berusia empat tahun sampai saat ini masih mengalami koma di Rumah Sakit Daerah Gunung Jati Cirebon setelah sebelumnya menjadi korban gigitan ular ganas.

Wakil Direktur Rumah Sakit Daerah Gunung Jati Cirebon, dr. Maria saat ditemui di rumah sakit mengatakan sudah empat hari kondisi korban gigitan ular masih mengalami koma. 

“Segala apa yang bisa diusahakan kami terus upayakan, bahkan kita juga hingga menghadirkan ahli pakar ular perwakilan dari WHO, Dr. dr. Tri Maharani yang langsung cek ke lapangan setelah melihat kondisi korban,” kata dia, Selasa (11/2/2020).

Hasil dari pengecekan lokasi kejadian yakni di Desa Pamengkang sebagai daerah urban dengan sanitasi yang buruk dan di lingkungan rumah korban memelihara ayam.

“Setelah tadi pagi kita cek ke lapangan didapatkan kondisi lingkungan rumah korban kurang baik dan didalam rumahnya memelihara ayam yang mengundang ular datang,” katanya.

Advertisement

Komanya korban hingga empat hari lamanya disebabkan bisa ular yang berada di tubuh korban terdapat dua jenis bisa yakni Neorotoxic dan Haematoxic. Atas dasar hal itu diungkapkannya, bila dr. Tri Maharani sampai harus berpikir keras untuk mencari alternatif lain. Pasalnya jenis ular belum diketahui dan yang dikhawatirkan jenis ular yang menggigit anak berusia empat tahun itu dari jenis hybrid atau kawin silang sesama ular ganas yang kemudian menghasilkan keturunan dengan toxic yang berbeda.

“Kami sampai harus menerjunkan dokter pakar ular, dokter spesialis bedah, dan dokter Spesialis anak. Saat ini korban sedang dirawat di ruang Picu dan mendapatkan perhatian khusus dari kami,” tuturnya.

Maria menceritakan kronologis hingga korban mengalami koma akibat gigitan ular. Jika terpatok ular kondisi anak sedang tertidur dan kemudian ibu korban hendak menggantikan celana korban dan ditemukan seekor ular sedang menggigit bagian kaki korban. Mengetahui anaknya terpatok ular, orang tua dari korban langsung membawa ke salah satu rumah sakit. Namun, rumah sakit tersebut tidak memiliki serum anti bisa, sehingga langsung di rujuk ke RSD Gunung Jati Cirebon.

“Sebelum kesini korban di bawa disalah satu rumah sakit, tapi rumah sakit itu gak punya serum anti bisa, sehingga korban langsung di rujuk kesini,” bebernya.

Usaha yang dilakukan oleh pihak rumah sakit terhadap korban gigitan ular dengan cara memberikan serum anti bisa ular sebanyak 10 vail. Dikatakannya pula, bila sebelumnya RSD Gunung Jati sempat merawat korban gigitan ular dan dapat ditangani, karena jenis ular yang menggigit korban tersebut dapat diketahui sehingga dalam penangananya pun dapat disesuaikan.

Advertisement
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Yang Lagi Trend