Connect with us

Umum

Tito Secara Tegas Akan Beri Sanksi Kepada Daerah Yang Tak Serap Anggaran Pandemi

Published

on

Ciayumajakuning.id

CIAYUMAJAKUNING.ID – Menterian Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meminta kepada pemerintah daerah untuk dapat membuka kanal informasi Bantuan Sosial (Bansos) selebar-lebarnya bagi masyarakat. Pemerintah juga diminta untuk segera serap anggaran bagi pennaganan pandemi Covid-19 terutama mengenai Bansos.

Hal itu disampaikan oleh Tito Karnavian saat melakukan kunjungan kerja ke Kantor Bupati Cirebon, Rabu (28/7/2021).

Tito meminta kepada seluruh kepala daerah untuk bisa menyerap anggaran penanganan pandemi Covid-19 terutama mengenai bansos.

“Anggaran penanganan pandemi harus segera di serap atau dibelanjakan terutama untuk bansos,” ungkap Tito.

Lanjut dia, kanal informasi mengenai bansos juga harus di buka selebar-lebarnya agar masyarakat lebih mengetahui soal prosedural bansos.

Advertisement

“Kita perlu konsisten dalam penanganan pandemi agar tidak kendor dan pemerintah daerah juga jangan jenuh,” ungkap Tito.

Ketika ditanya soal adanya keraguan pemerintah untuk memanfaatkan anggaran untuk bansos, Tito menjelaskan ada beberapa problema yang terjadi seperti adanya sisa anggaran yang harus di verifikasi oleh BPK sebelum digunakan. Lalu anggaran bagi hasil dari provinsi yang dibagikan kepada kabupaten/kota karena belum di audit oleh BPK, sehingga hal itu yang menyebabkan rendahnya penyerapan untuk bansos bagi masyarakat.

“Ada juga daerah yang menyimpan di bank dan menggunakan bunganya untuk penanganan Covid-19,” kata Tito.

Mengenai rendahnya penyerapan anggaran pandemi Covid-19 oleh pemerintah daerah, sambung Tito karena proses lelang yang terlambat serta ada beberapa proses sehingga berpengaruh pada eksekusi yang lambat.

“Saya tahu kalau kepala daerah punya kekhawatiran soal pencairan anggaran pandemi karena takut diperiksa oleh APH (Aparat Penegak Hukum). Jadi saya sudah meminta kepada Kapolri, Kajagung agar mengarahkan kepada kepala daerah untuk bisa mencairkan anggaran untuk mendorong percepatan penyerapan anggaran. Apalagi banyak kepala daerah yang belum tahu pencairan anggaran pandemi,” ujar Tito.

Advertisement

Masih kata Tito, belanja pemerintah adalah belanja yang utama agar ada uang yang beredar di masyarakat dan memberikan stimulan kepada swasta.

“Saya berpesan supaya pemerintah daerah bisa membuat program serta mengikuti anggaran yang ada untuk bisa dibelanjakan bagi program,” ungkap Tito.

Dirinya menegaskan kepada seluruh kepala daerah bila tidak membelanjakan anggaran yang ada akan ada teguran tertulis bagi daerah.

“Saya menghimbau kepada kepala daerah bergerak untuk realisasikan semua program yang sudah dibuat terutama untuk penanganan pandemi, saya juga yakin kepada seluruh daerah persoalan pandemi dapat ditangani dengan baik dan pemerintah pusat siap mendukung,” tutup Tito.

Advertisement
Continue Reading

Yang Lagi Trend