Connect with us

Umum

Masih Bertahan Dilevel 2, Disdik Kabupaten Cirebon Masih Terapkan PTM 100 Persen

Published

on

Ciayumajakuning.id

CIAYUMAJAKUNING.ID – Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon masih menerapkan KBM pembelajaran tatap muka (PTM) secara 100 persen di ratusan sekolah SD dan puluhan SMP yang ada di Kabupaten Cirebon. Hal tersebut sesuai dengan kondisi Kabupaten Cirebon yang saat ini berada di status level 2 PPKM Jawa – Bali.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon, Denny Supdiana menjelaskan, pemberlakuan KBM secara daring atau pembelajaran jarak jauh (PJJ) dapat diberlakukan kecuali Kabupaten Cirebon berada di level 3 dan ada kejadian khusus di sekolah-sekolah. Akan tetapi sampai dengan saat ini pihaknya masih menunggu kebijakan daerah lebih lanjut.

“Katanya sih ada kebijakan baru, maka dari itulah kami masih menunggu kebijakan yang baru itu. Dan sampai dengan saat ini biarkan saja dulu pelaksanaan kegiatan KBM secara PTM diberlakukan seratus persen. Akan tetapi tetap dalam pengawasan kita-kita mengenai protokol kesehatannya,” jelas Denny kepada wartawan melalui sambungan telepon selulernya, Kamis (10/2/2022).

Menurutnya, di tahun 2021 kemarin, sebenarnya sudah ada surat dari Dinas Kesehatan (Dinkes) tentang pelaksanaan pendidikan. Bahkan Dinkes selalu keliling road show untuk uji swab siswa yang terpapar atau tidaknya. Untuk mengetahui apakah siswa-siswi anak didik ini dalam keadaan sehat-sehat saja ataukah terpapar Covid-19.

“Kalau yang terpapar di bawah 5 persen bisa lanjut, yang lockdown hanya rombel yang terpapar saja. Tapi kalau di atas 5 persen, satu sekolah harus semua PJJ. Saat ini masih belum PJJ, masih menyesuaikan dengan sikon. Ketika ada yang terkena kebijakannya ya seperti itu, di atas 5 persen maka PJJ atau lockdown satu sekolah. Kalau di bawah 5 persen berarti hanya kelas atau satker itu,” kata Denny.

Advertisement

Denny menambahkan, beberapa waktu lalu pihaknya sudah melakukan uji sampel kepada sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Cirebon untuk di swab random. Hasilnya, lanjut dia, selama ini masih aman. Mudahan aman terus.

“Tapi kita tetap tidak gegabah melakukan PJJ, karena kepentingan anak-anak dan keinginan orang tua juga. Jadi harus sinkron semua, apalagi anak-anak kan baru masuk sekolah. Baru nyaman,” tukasnya.

Continue Reading

Yang Lagi Trend