https://ciayumajakuning.id
No Result
View All Result
Rabu, 7 Oktober 2026
  • Umum
  • Seni & Budaya
  • Pariwisata
  • Ekbis
  • Teknologi
  • Lifestyle
  • Umkm
Informasi Seputar Cirebon Raya
No Result
View All Result
Home Budaya

Pelaksanaan Pembacaan Babad Cirebon Tahun Ini Berbeda Dengan Tahun Sebelumnya

by Andika
30 Juli 2022
in Budaya
Ciayumajakuning.id

Prosesi pembacaan babad Cirebon di Keraton Kanoman Cirebon

CIAYUMAJAKUNING.ID – Pembacaan babad cirebon (caruban) merupakan tradisi membaca cerita asal-usul lahirnya
Cirebon (caruban). Tujuan pelaksanaan tradisi ini merupakan upaya memberikan edukasi kepada kita semua khususnya generasi muda agar selalu mengingat tanah asal-usul tumpah darahnya.

Dikatakan Ratu Raja Arimbi Nurtini mengatakan, tujuan ini menjadi penting, mengingat banyaknya generasi muda dan kita semua yang tidak open (memelihara) lagi terhadap sejarah.

BacaJuga

Hari Jadi ke-499, Indramayu Gelar Prosesi Jamasan Pusaka

Gapura Pecinan Simbol Keberagaman Budaya Kota Cirebon

Karnaval Budaya Semarakkan Hari Jadi Kuningan ke-528

Hidupkan Nilai Budaya, Kuningan Gelar Festival Linggarjati 2026

“Padahal sejarah tidak bisa lepas dalam kehidupan manusia dan alam smesta. Tradisi ini sudah dilakukan kurang lebih sejak tahun 1529 M bahkan mungkin bisa sebelum tahun tersebut,” ungkapnya, Sabtu (30/7/2022).

Pelaksanaan tradisi pembacaan babad cirebon yang dilakukan di area witana Kesultanan Kanoman menjadi penanda bahwa Kesultanan Kanoman tidak hanya sebagai pusat pemerintahan pada zamannya tapi juga titik awal lahirnya Cirebon dari pedukuhan kecil kemudian berkembang
menjadi sebuah pemerintahan yang besar.

“Sebagai pewaris tradisi, hanya Kesultanan Kanoman yang konsisten melaksanakan tradisi ini secara turun-temurun,” ujarnya.

Lebih lanjut kata dia, adapun secara ringkas, isi pembacaan babad tersebut sebagaimana pada penjelasan berikut.

Pada awalnya, wilayah Lemahwungkuk itu masih sepi penduduk dan hanya didiami oleh beberap orang saja. Wilayah Lemahwungkuk itu pada perjalananya menjadi ramai ketika Pangeran Walangsungsang putra Prabu Siliwangi membabad Alas Kebon Pesisir bersama Ki Danusela dengan menggunakan Golok Cabang pemberian dari seorang Pendeta Buda Parwa yang bernama Sanghyang Nago dari Gunung Siangkup.

Cirebon sebagai pedukuhan yang dibuka oleh Ki Danusela (Ki Gedeng Alang-alang) pada Minggu Kliwon tepatnya pada 1 (satu) Suro 1367 Saka / 866 H / 1445 M bersama Pangeran Walangsungsang /Cakrabuwana membabad alas pada umur 22 tahun (Babakyaksa Sajarah) dengan membangun pemerintahan Pakuwuan dan mengangkat Ki Danusela sebagai Kuwu pertamanya bergelar Ki Gede Alang-Alang atas perintah Syaikh Datuk Kahfi.

Sementara titik awal Babad Alas itu adalah wilayah Witana (Wi = Pembuka. Tana = Tanah. disebut Tanah Pembuka) yang sekarang berada di belakang Bangsal Mande Mastaka (Tempat Bertahtanya Sultan Kanoman). Dari situlah kemudian Kesultanan Kanoman berargumentasi dan berkeyakinan bahwa Cirebon kini telah berusia 577 tahun, merujuk pada Babakyaksa Sajarah Pakuwuan Caruban yang dibangun oleh Pangeran Cakrabuwana dan Ki Danusela yang mana setiap tahunnya pada tanggal 1 Muharram (Sura) selalu diadakan Pembacaan Babad Cirebon di Keraton Kanoman Cirebon.

Pembacaan Babad Cerbon dimulai dengan melakukan doa tawasul (haul Pangeran Cakrabuwana) di Bangsal Witana sekitar pukul 16.00, kemudian dilanjutkan dengan melakukan prosesi Pembacaan babad cerbon dengan didahului pembukaan, sambutan yang mulia Kanjeng Gusti Sultan Raja Muhammad Emirudin dan sambutan dari pemerintah setempat lalu diakhiri dengan doa penutup.

Masih kata Arimbi, rangkaian babad cirebon kali ini swdikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Dimana setelah ada HAUL dilaksanakan pembacaan babad dan ada kirab sejarah.

Namun kali ini diungkapkannya, sudah didahulukan bersamaan dengan HUT Kota Cirebon kemarin (Jumat (29/7/2022).

“Hal itu tidak melanggar adat karena intinya mendoakan pendahulu-pendahulu kita di makam Gunung Jati dan itupun sudah diizinkan oleh pangeran patih,” bebernya.

Ia bersyukur pandemi Covid-19 telah usai sehingga bisa menjalani silaturahmi antara keraton dengan masyarakat seperti acara babad cirebon kali ini.

“Dengan silaturahmi akan membawa energi positif,” ucapnya.

Dengan bertambahnya usia Kota Cirebon yang bertepatan pada 1 Muharam, ia juga berpesan agar mawas diri juga berharap Kota Cirebon menjadi lebih baik lagi.

“Dengan pemikiran yang positif pasti akan membawa energi yang baik juga jangan pernah meninggalkan gotong royong sehingga cita-cita bisa terwujud dengan maksimal,” pungkasnya. ***

Tags: Banad CirebonKesultanan KanomanRatu Raja Arimbi Nurtini

Related Posts

Wawalkot Cirebon Buka Diklat Program Magang ke Jepang

Hari Jadi ke-499, Indramayu Gelar Prosesi Jamasan Pusaka

6 Oktober 2026
Wabup Cirebon Sampaikan Raperda Perubahan APBD 2026

Gapura Pecinan Simbol Keberagaman Budaya Kota Cirebon

1 Oktober 2026
Karnaval Budaya Semarakkan Hari Jadi Kuningan ke-528

Karnaval Budaya Semarakkan Hari Jadi Kuningan ke-528

25 September 2026
Hidupkan Nilai Budaya, Kuningan Gelar Festival Linggarjati 2026

Hidupkan Nilai Budaya, Kuningan Gelar Festival Linggarjati 2026

5 September 2026
Semarak Kemerdekaan Siliwangi 2026 Ditutup Meriah, Ribuan Warga Padati Stadion Siliwangi

Semarak Kemerdekaan Siliwangi 2026 Ditutup Meriah, Ribuan Warga Padati Stadion Siliwangi

23 Agustus 2026
Promosi Digital Dekranasda Kuningan Terbaik di Ajang PKJB 2026

Niat Disbudpar Lestarikan Gerabah Sitiwinangun Jamblang Cirebon

2 Juli 2026

Berita Terpopuler

  • GGM Majalengka Meriah Bersama Karnaval SCTV, 12-13 September Pekan Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lirik Lagu Mabok Ngeslot Anik Arnika Bahasa Cirebon Dan Bahasa Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ramalan Joyoboyo: Gunung Slamet Meletus Bisa Bikin Pulau Jawa Terbelah Jadi Dua?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengintip Proyek Wisata Jabar Land Park Susukanlebak Cirebon

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dimana Ada Proyek Wajib Ada Papan Proyek, Ini Dasar Hukumnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Swasembada Pangan, Majalengka Tanam Bawang Putih Serentak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hari Tani: Swasembada Pangan Nasional di Tengah Tantangan Geopolitik dan Krisis Pangan Global

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Poltekkes Tasikmalaya Latih Petugas Puskesmas Gunungsari Deteksi Dini Kanker Paru Lewat SATUSEHAT

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Transformasi Organisasi, Bank Mandiri Taspen Perkuat Kepemimpinan Regional melalui Implementasi RCEO

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Asep Eka Mulyana Dapat Diskresi Tiga Periode, Golkar Majalengka Bidik Tambah Kursi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Redaksi | Tentang Kami | Pedoman Media Siber

Partner

© 2026 ciayumajakuning.id - PT. Sonde Mitra Utama
No Result
View All Result
  • Umum
  • Seni & Budaya
  • Pariwisata
  • Ekbis
  • Teknologi
  • Lifestyle
  • Umkm

© 2020 ciayumajakuning.id