Connect with us

Teknologi

Jelang Kenaikan Harga BBM, Kinerja Jokowi Dinilai Memuaskan Kata Survei

Published

on

CIAYUMAJAKUNING.ID – Menurut hasil Lembaga Survei Indometer, apresiasi positif diberikan kepada Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) terkait kinerjanya mengatasi inflasi.

Sebanyak 80,2 % responden, menurut Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indometer Leonard, menyatakan puas terhadap kinerja Jokowi karena dinilai telah bekerja keras mengatasi inflasi.

“Masyarakat Indonesia menyadari situasi saat ini memang sulit. Namun, masyarakat melihat pemerintah bekerja mencari solusi,” katanya dalam hasil survei yang diterima di Jakarta, Senin (29/08).

Dalam beberapa bulan terakhir, ucap Leonard, pemerintah bertahan untuk menggelontorkan subsidi yang diuntungkan dengan windfall komoditas di pasar global.

“Tetapi, sinyalemen menunjukkan bahwa kenaikan harga komoditas mulai melandai, yang akan berpengaruh terhadap pemasukan APBN,” imbuh dia.

Advertisement

Hal itu, ujar Leonard, terbukti dari rencana pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi, yaitu pertalite dan solar.

“DPR menolak adanya kuota tambahan yang berpotensi membuat anggaran subsidi terus membengkak,” terangnya.

Leonard menambahkan, pemerintah masih membuat skenario kenaikan harga pertalite dan solar dengan sejumlah opsi dan menyiapkan bantuan sosial (bansos).

Tangkapan layar hasi Lembaga Survei Indometer.

“Kenaikan harga BBM bersubsidi bisa dipastikan akan mengerek laju inflasi dan menuai protes masyarakat,” katanya.

Naiknya harga pertalite, sambung Leonard, bisa membuat selisih harga dengan pertamax, yang merupakan BBM non subsidi, menjadi lebih kecil.

Dijelaskan Leonard, pemerintah telah mendorong agar masyarakat mengonsumsi BBM dengan oktan tinggi dan lebih ramah lingkungan.

Advertisement

“Pemerintah harus bisa menjelaskan kepada masyarakat mengapa BBM bersubsidi dinaikkan serta apa kompensasi yang bisa didapatkan,” imbuhnya.

Sebagai catatan, terdapat 18,9 % responden yang menyatakan tidak puas yang diantaranya 1,1 % merasa sangat tidak puas dan sisanya 0,9 % tidak tahu atau tidak menjawab.

Survei dilakukan 15-20 Agustus 2022 terhadap 1.200 responden di seluruh provinsi yang dipilih secara acak bertingkat survei (multistage random sampling).

Wawancara dilakukan secara tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan dan margin of error survei sekitar 2,98 % serta tingkat kepercayaan mencapai 95 %. ***

Advertisement
Continue Reading

Yang Lagi Trend