Ekbis
Bupati Acep Pimpin Pembangunan Badan JLTS di Kadugede Kuningan

CIAYUMAJAKUNING.ID – Bupati Kuningan Acep Purnama memimpin langsung pembangunan Jalan Lingkar Timur Selatan (JLTS) yang memasuki tahapan pembukaan pembuatan badan jalan di Desa Windujanten, Kecamatan Kadugede.
Setidaknya ada sekitar 144 bidang dan 91 pemilik lahan di Desa Windujanten yang terdampak langsung pembangunan.
“Saya ucapkan terimakasih kepada warga Desa Windujanten dengan keikhlasan telah melakukan transaksi pembayaran sesuai kesepakatan, Alhamdulillah semua berjalan lancar,” ucapnya, Selasa (20/12).
Menurut Bupati Acep, pembebasan lahan memerlukan keseriusan, pendekatan dan komunikasi dengan masyarakat.
Pembayaran pembebasan lahan untuk pembangunan JLTS memang penuh dinamika.
“Namun pemerintah tetap mengedepankan pendekatan agar masyarakat merasa tenang dan nyaman,” katanya.
Dalam memulai pengerjaan pembangunan JLTS, Pemkab Kuningan terus melakukan komunikasi dengan Pemprov Jabar dan Pemerintah Pusat.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Kuningan Ridwan Setiawan menerangkan tujuan dari Pembangunan JLTS.
“Yakni membangun infrastruktur yang menghubungkan pusat-pusat perekonomian di Kabupaten Kuningan,” jelasnya.
Pembangunan JLTS juga bertujuan menghubungkan akses yang sudah terbangun (Lingkar Timur Selatan) menuju kawasan strategis kabupaten ke jalan nasional. ***
- Teknologi2 tahun ago
SamFW Tool 4.0 Tool Gratis FRP Samsung Cukup Satu Klik
- Lirik Lagu2 tahun ago
Lirik Lagu Mabok Ngeslot Anik Arnika Bahasa Cirebon Dan Bahasa Indonesia
- legal2 tahun ago
Dimana Ada Proyek Wajib Ada Papan Proyek, Ini Dasar Hukumnya
- Kuliner5 tahun ago
Menyesap Kopi Lunaira Usung Konsep Bayar Seikhlasnya
- Teknologi2 tahun ago
Download TFT Unlock 2023 V3.1.1.1 Update ByPass FRP Tool dan Unlock iPhone dan iPad
- Umum2 bulan ago
Istimewa, Bupati Terpilih Kuningan Dian Rachmat Yanuar Rayakan HUT ke-57
- Umum4 bulan ago
BBGP Jabar Gelar Program Kareta Sobat di Gedung Linggarjati Kuningan
- Budaya4 bulan ago
Tradisi Memitu Indramayu Resmi Jadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia