Connect with us

Ekbis

OJK Minta Industri Jasa Keuangan Tingkatkan Kualitas Profesi Audit Internal

Published

on

CIAYUMAJAKUNING.IDOtoritas Jasa Keuangan (OJK) berkomitmen terus mendorong peningkatan kualitas dan maturitas fungsi Audit Internal di Bidang Perbankan, termasuk pengembangan SDM pada profesinya.

Menurut Ketua Dewan Audit OJK Sophia Wattimena, penguataan koordinasi dengan Satuan Kerja Audit Internal (SKAI) sebagai third line of defense di Perusahaan/Perbankan sangat penting.

“Terutama peran Audit Internal untuk menjaga tata kelola di industri jasa keuangan,” terangnya dalam Courtesy Meeting dengan Ikatan Auditor Intern Bank (IAIB) di Kantor OJK, Jumat (24/03).

Pihaknya juga mendukung inisiatif IAIB yang mulai mengikutsertakan auditor internal di BPD dan BPR/BPRS.

OJK mengeluarkan beberapa peraturan yang mewajibkan di bentuknya SKAI yaitu melalui Peraturan OJK (POJK) No.1/POJK.3/2019 tentang Penerapan Fungsi Audit Intern Pada Bank Umum.

Advertisement

Serta POJK No. 4/POJK.03/2015 tentang Tata Kelola bagi Bank Perkreditan Rakyat dan POJK No. 24/POJK.03/2018 tentang Penerapan Tata Kelola bagi Bank Pembiayaan Rakyat Syariah.

Koordinasi antara auditor internal dan regulator, dalam hal ini OJK, perlu terus ditingkatkan.

OJK gelar Courtesy Meeting dengan IAIB di Kantor OJK, Jumat (24/03). (ciayumajakuning.id)

Dengan mengidentifikasi kelemahan pada area berisiko tinggi, auditor internal dapat segera mendorong tindakan mitigasi.

Namun dalam penerapan risk-based audit, auditor internal juga harus memperhatikan keseimbangan penerapan aspek compliance terhadap regulasi.

Auditor internal juga di harapkan dapat memastikan validitas data yang disampaikan ke regulator.

Kasus beberapa bank yang terjadi di AS antara lain di sebabkan terlambat mengomunikasikan kelemahan.

Advertisement

Serta mendeteksi concentration fund, mismatch sumber dana jangka pendek, dan penempatan jangka panjang.

Dengan perkembangan teknologi data analytics, auditor internal di harapkan dapat melihat hal tersebut dan menjadi early warning system bagi perusahaan dan Board.

Ke depan, SKAI di harap dapat meningkatkan kualitas dan kompetensi guna mendorong penguatan cybersecurity dan penerapan sustainable finance.

Selain itu, SKAI juga di harapkna mampu memperkuat integritas sistem keuangan melalui penerapan SMPA dan APU-PPT.

SMPA yakni Sistem Manajemen Anti Penyuapan dan APU-PPT adalah Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme. ***

Advertisement
Continue Reading

Yang Lagi Trend