Connect with us

Pariwisata

Berkenalan Langsung dengan Pembatik Lokal di Kawasan Wisata Batik Trusmi Plered Cirebon

Published

on

CIAYUMAJAKUNING.ID – Momen libur Lebaran 2023 kemarin sebenarnya bisa di manfaat pemudik terutama yang melintasi jalur pantura untuk singgah sejenak ke sejumlah tempat menarik, salah satunya Kawasan Wisata Batik Trusmi.

Saat memasuki kawasan yang terletak di Jl. Syekh Datul Kahfi, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon, pengunjung di sambut oleh sebuah gapura berwarna cokelat dan toko batik berjejer di kedua sisi jalan.

Begitu memarkirkan kendaraan, wisata pertama yang di tawarkan adalah Batik Trusmi yang menyediakan berbagai model dengan aneka warna dan motif.

Pembatik Lokal

Di Kawasan Wisata Batik Trusmi, pengunjung juga berkesempatan berkenalan langsung dengan 17 orang pembatik lokal serta tiga pengecap kain.

Advertisement

Mereka bekerja di dalam sebuah ruangan luas yang menyebarkan diri menjadi tiga kelompok.

Kelompok pertama, yakni para pengecap, menempati sudut ruangan depan di dekat rak kain katun, dobi, dan viscose.

Ketiga pengecap itu setidaknya sudah bekerja selama lebih dari 10 tahun.

Kata pengecap bernama Soleh, mereka bekerja dari hari Senin sampai Sabtu pada pukul 09.00 WIB hingga 17.00 WIB.

Para pembatik di Kawasan Wisata Batik Trusmi. (Disbudpar Jabar)

Soleh mengatakan pengecap identik dengan cap berbagai pola, cetakan karet dan spidol.

Di sudut ruangan lainnya di tempati oleh pembatik yang lihai mengukir macam-macam pola menggunakan canting.

Advertisement

Erwati, seorang pembatik mengatakan dalam satu hari ia bisa membuat lima helai kain batik cap.

Satu kain memakan waktu satu hingga satu setengah jam dengan durasi mulai dari pukul 08.00 WIB sampai 17.00 WIB.

Pembatik bernama Linda ikut menambahkan per harinya ia sanggup mengerjakan lima sampai enam kain.

Linda mengatakan setiap pulang sekolah, di bandingkan bermain, ia memilih menemani sang ibu membatik.

Kecintaan mereka pada salah satu warisan budaya tak benda milik Indonesia yang di akui UNESCO itu membuat Desa Trusmi masih lestari.

Advertisement

Mereka hidup berdampingan bersama kelompok masyarakat lainnya.

Sambil mempelajari batik, tidak ada salahnya kalau pemudik mampir mengunjunginya. ***

 

Continue Reading

Yang Lagi Trend