Connect with us

Ekbis

OJK Cirebon Sebut Desa Kaduela Kuningan Pelopor Wisata Berbasis Keuangan Digital

Published

on

Launching Ekosistem Literasi Digital di Desa Kaduela Kabupaten Kuningan

CIAYUMAJAKUNING.IDBUMDes Arya Kemuning Desa Kaduela Kabupaten Kuningan mulai menerapkan digitalisasi seiring banyaknya pengunjung yang datang ke tempat wisata.

Salah satunya melalui penerapan pembayaran lewat QRIS pada tiket masuk wisata Sideland.

Penerapan digitalisasi tersebut mendapat sambutan baik oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD). Menetapkan Desa Kaduela sebagai pelopor literasi keuangan di Kabupaten Kuningan.

Kepala Bagian Pengawasan LJK Kantor OJK Cirebon, Nana Rosdiana mengatakan, anggota TPAKD yang terdiri atas Bank Indonesia, OJK, Pemerintah Daerah, OPD, dan Lembaga Keuangan senantiasa bersinergi untuk memperluas akses keuangan masyarakat demi peningkatan kesejahteraan.

Salah satu programnya adalah pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan Desa Wisata Digital Kaduela Kabupaten Kuningan.

Advertisement

Selain perluasan akses keuangan, OJK juga fokus pada perluasan pemanfaatan digitalisasi keuangan mengingat layanan jasa keuangan sangat erat kaitannya dengan digitalisasi.

“Kami memiliki tanggung jawab agar masyarakat Ciayumajakuning khususnya masyarakat Desa Kaduela meraih predikat masyarakat yang cerdas keuangan dan bijak dalam memanfaatkan produk keuangan,” ujar Nana saat acara launching Ekosistem Literasi Keuangan Inklusif Desa Wisata Kaduela, Sabtu (22/7/2023).

Melalui acara launching ini, ia berharap agar masyarakat Desa Kaduela dapat lebih sejahtera. Kemudian dapat mengelola keuangan secara mandiri, dan mencapai tingkat kesejahteraan melalui jasa keuangan dan digitalisasi.

OJK memandang pentingnya peningkatan literasi keuangan agar tercipta Inklusi atau pemanfaatan produk dan layanan keuangan yang berkualitas.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Kuningan, Toto Toharudin mengapresiasi langkah BUMDes yang telah menginisiasi pembentukan ekosistem literasi keuangan inklusif di Desa Kaduela.

Advertisement

“Dimulai dari Kaduela kami berharap nanti desa-desa wisata lainnya harus mengikuti jejak ini,” ujar Toto.

Menurutnya, dengan penerapan QRIS, akan mempermudah akseblitas masyarakat bisa bertansaksi tidak hanya tunai. Tapi bisa menggunakan jasa keuangan non tunai.

“Itu yang kami harapkan betul, sehingga untuk membangun desa wisata berbasis digital itu bisa terwujud,” ujar Toto.

Continue Reading

Yang Lagi Trend