Connect with us

Pariwisata

Cirebon Jalur Sutera Maritim Cheng Ho, Pemkab Teken Kerja Sama dengan Tiongkok

Published

on

CIAYUMAJAKUNING.ID – Sebagai salah satu wilayah pendaratan Jalur Sutera Maritim pada abad ke-14 yang di lakukan oleh Laksamana Cheng Ho, Pemkab Cirebon mendatangani kerja sama dengan Pemkot Guangzhou, Tiongkok di Hotel Patra, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon.

Menurut Bupati Cirebon Imron Rosyadi pihaknya menjalin kerja sama terkait Pariwisata dan Budaya dari Anggota Aliansi Kota Pelestarian Budaya Konservasi Jalur Sutera Maritim (CAMSR).

“Kabupaten Cirebon merupakan salah satu lokasi pendaratan jalur perdagangan sehingga penyebaran budaya berkembang pesat,” terangnya, Minggu (15/10).

Terdapat sembilan pendaratan jalur Sutera Maritim yang tersebar di seluruh penjuru Nusantara, salah satunya di Cirebon.

Menurut sejarah, Laksamana Cheng-Ho berlabuh di Muara Jati Kerajaan Singapura, nama kerajaan sebelum di kenal adanya Cirebon (1415 M).

Advertisement

“Kedatangan Cheng-Ho inilah yang berpengaruh terhadap perkembangan dan kemajuan peradaban sosial, budaya dan ekonomi Cirebon,” jelasnya.

Bukti peninggalan kedatangan Cheng-Ho di Cirebon, di antaranya bangunan seperti masjid, vihara, makam dan mercusuar.

Ada pula benda bersejarah seperti keramik China, tembikar, tata busana, dan batik motif mega mendung.

“Kuliner khas Tiongkok juga ada yang telah berakulturasi dengan sistem budaya lokal di Cirebon,” sambung Imron.

Dengan adanya pertemuan ini, ia berharap pariwisata dan budaya Kabupaten Cirebon akan semakin maju dan berkembang.

Advertisement

Sementara itu, Deputy Chief of Guangzhou Culture Liu Xiao-Ming mengatakan ini adalah tahun ke-10 dalam perjalanan budaya jalur Sutra Maritim.

“Lebih dari 2000 tahun yang lalu kapal dagang Tiongkok berlayar hingga ke Indonesia dan menciptakan sejarah di jalur Sutra Lautan Hindia,” jelasnya.

Saat ini Tiongkok merupakan mitra dagang terbesar di Indonesia selama 10 tahun sehingga memiliki peluang untuk berkembang lebih luas.

Xiao-Ming menambahkan dengan kerja sama di biadang pelestarian warisan budaya Jalur Sutra Maritim, pihaknya akan berbagi sumber daya.

Serta meningkatkan komunikasi budaya, saling dan mengkomunikasikan nilai-nilai Jalur Sutra Maritim.

Advertisement

“Mari bersama-sama menjadi saksi perjalanan budaya Jalur Sutra Maritim,” ajaknya. ***

Continue Reading

Yang Lagi Trend