Connect with us

Lifestyle

Program ‘Semarak 3G’ Diskanak Kuningan Sasar 680 Balita Stunting

Published

on

CIAYUMAJAKUNING.IDDiskanak Kuningan menggelar program kegiatan ‘Semarak 3G’ dalam rangka pencegahan dan penanggulangan stunting di Kabupaten Kuningan di Desa Buniasih, Kecamatan Maleber, Kamis (30/05).

‘Semarak 3G’ merupakan akronim dari Gerakan Minum Susu (Gerimis), Gerakan Makan Telur (Gematel) dan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan).

Gerakan intervensi stunting tersebut di fokuskan bagi balita stunting dan ibu hamil.

Pj Bupati Kuningan R Iip Hidajat mengatakan kegiatan itu di wujudkan dalam bentuk pemberian makanan tambahan sumber protein.

“Berupa ikan segar, olahan ikan, susu dan telur,” katanya dalam sambutan.

Advertisement

Iip berharap kegiatan seperti ini terus di lakukan mengingat angka stunting di Kuningan mengalami kenaikan.

Data E-PPGM per tanggal 1 April 2024 menunjukkan ada 6.115 balita stunting dari total 68.408 balita yang di ukur tinggi badannya.

Penyebaran lima ribu benih ikan nila di Maleber. (Pemkab Kuningan)

“Ini berarti prevalensinya naik menjadi 8,9 persen,” ucapnya.

Iip meminta permasalahan stunting di fokuskan pada tahun ini guna mempersiapkan generasi emas dan pihaknya .

Pemkab Kuningan juga telah menggaet BUMN dan swasta guna memberikan CSR khusus.

Masyarakat juga di harapkan iktu berperan aktif mencegah stunting, salah satunya membudidayakan ikan secara mandiri.

Advertisement

“Guna menjaga ketersediaan pangan hewani sebagai salah satu sumber protein serta upaya pemulihan perekonomian masyarakat,” kata Iip.

Dala penyelenggaraan ‘Semarak 3G’, di lakukan pula penebaran 5 ribu ekor benih ikan nila di kolam milik Desa Buniasih.

Kadiskanak Kuningan Wawan Setiawan menerangkan kegiatan ini menyasar kepada 680 orang yang tersebar di 14 desa dan empat kecamatan di Kuningan.

“Rinciannya 490 balita stunting, 171 ibu hamil, 8 Ibu pascapersalinan dan 11 orang calon pengantin,” tuturnya. ***

Advertisement
Continue Reading

Yang Lagi Trend