https://ciayumajakuning.id
No Result
View All Result
Selasa, 18 Agustus 2026
  • Umum
  • Seni & Budaya
  • Pariwisata
  • Ekbis
  • Teknologi
  • Lifestyle
  • Umkm
Informasi Seputar Cirebon Raya
No Result
View All Result
Home Pariwisata

Bupati Imron Ungkap Komplek Makam Sunan Gunungjati Belum Sumbang PAD, Penataan Kawasan Digenjot

by Noer Panji
7 Agustus 2025
in Pariwisata

Bupati Cirebon Imron mengunjungi Komplek Makam Sunan Gunung Jati imbas viral postingan media sosial pengemis paksa.

CIAYUMAJAKUNING.ID: Bupati Cirebon Imron mengungkapkan Komplek Makam Sunan Gunung Jati, sebagai salah satu destinasi wisata religi terpopuler di Jawa Barat, hingga kini belum memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Cirebon.

Imron menyebutkan, Komplek Makam Sunan Gunung Jati dikelola langsung oleh Kasultanan Kanoman Cirebon. Sebab, pengunjung yang hendak berziarah tidak dimintai uang secara resmi.

BacaJuga

Wagub Erwan Dorong Pemerintah Kabupaten dan Kota Kembangkan Wisata Ramah Muslim

Jawa Barat dan Selangor Malaysia Perkuat Kolaborasi Ekonomi Melalui SIBS ASEAN 2026

Ratusan Rider Jelajahi Surga Tersembunyi Cirebon Pada TS Jabar Ngahiji 16

Goa Sunyaragi Gelar Wayang Wong dan Lomba Tari Tradisional

“Tidak ada PAD dari wisata Sunan Gunung Jati. Jadi memang perlu penataan agar kawasan ini tidak liar dan pengelolaannya jelas,” imbuhnya.

Namun demikian, kata Imron, kenyamanan para peziarah merupakan tanggung jawab bersama. Imron bersama Forkopimda dan Polres Cirebon Kota (Ciko) sempat turun langsung melihat situasi dalam upaya membuat nyaman pengunjung.

Saat di lokasi, Ia mengaku banyak menerima masukan dari masyarakat khususnya pedagang yang ada di Komplek Makam Sunan Gunung Jati.

“Banyak masukan bahwa di sini kurang kondusif bagi para peziarah. Ada pemaksaan untuk sedekah. Kami ingin kawasan ini rapi, agar peziarah merasa nyaman dan tenang. Efeknya nanti juga baik untuk ekonomi para pedagang,” kata Bupati Imron, Rabu (6/8/2025).

Menurutnya, penertiban hingga pembinaan perlu dilakukan untuk membuat pengunjung atau peziarah merasa tenang aman dan nyaman. Sehingga berdampak kepada perputaran ekonomi masyarakat di sekitar.

Imron mengungkapkan, langkah penertiban ini bukan sekadar penindakan, tetapi juga diiringi pembinaan dan edukasi kepada masyarakat sekitar. Koordinasi pun dilakukan dengan pihak Kesultanan Kanoman sebagai pengelola kawasan Sunan Gunung Jati.

“Kami terus lakukan pembinaan, dan koordinasi dengan para sultan serta masyarakat. Saat ini sudah terlihat lebih tertib dibandingkan minggu-minggu sebelumnya. Kami akan terus lanjutkan bersama Forkopimda,” tegasnya.

Imron menyebut sebagian besar berasal dari luar daerah, bahkan diduga ada yang sengaja datang ke kawasan ini setiap momen tertentu. Bahkan, Ia mengungkapkan banyak dari para pengemis tidak berpuasa saat di memasuki bulan Ramadhan.

“Ada yang tidak berpuasa tapi ikut mengemis. Ini masukan buat kami, agar lebih tegas,” katanya.

Kepala Disbudpar Kabupaten Cirebon Abraham Mohammad menyebutkan, tingkat kunjungan di Komplek Makam Sunan Gunung Jati cukup signifikan. Ia menyebutkan, jumlah kunjungan rata-rata mencapai 1 juta pengunjung per bulan.

“Tidak hanya malam jumat, tiap hari juga banyak yang berkunjung, paling banyak bulan maulid, raya agung, bulan safar,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Cirebon Kota, AKBP Eko Iskandar, menegaskan bahwa kegiatan penertiban ini adalah hasil dari koordinasi matang Forkopimda, bukan tindakan spontan.

“Kita sudah beberapa kali rapat koordinasi. Bahkan sudah berkomunikasi dengan pihak Kesultanan Kanoman. Mereka sangat mendukung langkah Forkopimda ini,” ujar Eko.

Langkah jangka pendek yang dilakukan saat ini berupa penjagaan rutin setiap hari. TNI, Polri, dan Satpol PP diturunkan untuk menertibkan para pengemis, pengamen, dan oknum penjaga kotak amal yang sempat viral karena meresahkan.

“Kita sudah lakukan penertiban. Alhamdulillah hasilnya sesuai harapan. Kita ingin kondisi ini tetap status quo, dan penertiban dilakukan secara berkelanjutan,” ungkapnya.

Tidak hanya penindakan, Forkopimda juga menyiapkan program jangka panjang seperti pembinaan profesi dan etika kepada masyarakat sekitar, terutama mereka yang beraktivitas di area wisata religi tersebut.

Namun, Eko juga menegaskan bahwa pihaknya tidak akan segan mengambil tindakan hukum jika ditemukan unsur pidana, khususnya pada pengemis yang melibatkan anak di bawah umur atau yang terindikasi bagian dari sindikat.

Dari hasil pendataan sementara, diperkirakan ada sekitar *300 pengemis* yang pernah terdata beraktivitas di kawasan tersebut. Namun jumlah itu bersifat dinamis karena banyak pengemis datang dan pergi secara acak, bahkan dari luar daerah.

“Inilah yang menyulitkan kita. Maka dari itu, kita sedang bangun sistem,” ujarnya.

Tags: Berita CiayumajakuningCirebonheadlineMakam Sunan Gunung JatiPAD Kabupaten Cirebonpenertiban pengemis Cirebonwisata religi CirebonWisata Sunan Gunung Jati

Related Posts

Wagub Erwan Dorong Pemerintah Kabupaten dan Kota Kembangkan Wisata Ramah Muslim

18 Juli 2026

Jawa Barat dan Selangor Malaysia Perkuat Kolaborasi Ekonomi Melalui SIBS ASEAN 2026

11 Juli 2026

Ratusan Rider Jelajahi Surga Tersembunyi Cirebon Pada TS Jabar Ngahiji 16

27 Juni 2026
Pengawasan Diperketat, 32 Camat di Kuningan Jadi Satgas MBG

Goa Sunyaragi Gelar Wayang Wong dan Lomba Tari Tradisional

19 Juni 2026
Hari Jadi Kota Cirebon ke-599 Jadi Ajang Sinergitas Antardaerah

Enam Hektare Eceng Gondok Tutupi Permukaan Waduk Darma

13 Juni 2026
Program Layanan Publik SIPP ke-22 Digelar di Garawangi Kuningan

Menelusuri Jejak Situs Batu Tulis Huludayeuh Dukupuntang Cirebon

3 Juni 2026

Berita Terpopuler

  • Matahari Penyelamat Petani: Inovasi Pompa Tenaga Surya Atasi Ancaman Kekeringan di Majalengka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dana BUMDes Desa Kejuden Diduga Digelapkan Hingga Rp 200 Juta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lirik Lagu Mabok Ngeslot Anik Arnika Bahasa Cirebon Dan Bahasa Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengintip Proyek Wisata Jabar Land Park Susukanlebak Cirebon

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pecah Kongsi 4.0: Ketika Adu Domba Digital dan Identitas Mengancam Kebhinekaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fure: Inovasi Mahasiswa dalam Pengelolaan Sampah Menjadi Furniture Berkelanjutan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • ESG Award 2026 by KEHATI Kembali Digelar, Dorong ESG Menjadi Standar Baru Daya Saing Bisnis Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hotel Menjamur, PHRI Kota Cirebon Usulkan Moratorium

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Investasi Kota Cirebon Tembus Rp3,2 Triliun, Lima Hotel Berbintang Segera Berdiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumur Tujuh Cikajayaan Pasawahan Situs Mata Air Bersejarah di Kuningan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Redaksi | Tentang Kami | Pedoman Media Siber

Partner

© 2026 ciayumajakuning.id - PT. Sonde Mitra Utama
No Result
View All Result
  • Umum
  • Seni & Budaya
  • Pariwisata
  • Ekbis
  • Teknologi
  • Lifestyle
  • Umkm

© 2020 ciayumajakuning.id