spot_img
Sabtu, Juni 27, 2026
More

    Menteri Pekerjaan Umum : Perbaikan Cepat Jadi Priotitas Tangani Kerusakan Fasum

    JAKARTA, 02 September 2025 – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau langsung sejumlah fasilitas publik yang rusak akibat aksi massa pada 28–30 Agustus lalu di Jakarta. Dalam kunjungannya pada Selasa (2/9/2025), Menteri Dody meninjau Gerbang Tol (GT) Pejompongan dan dua halte TransJakarta untuk memastikan langkah pemulihan berjalan cepat dan terukur. Menteri Dody juga menyatakan kesiapan kementeriannya untuk membantu proses perbaikan.

    Dalam kunjungan kerja itu, Menteri PU Dody
    Hanggodo menegaskan, Kementerian PU berkomitmen mendukung pemulihan fungsi
    infrastruktur publik di seluruh Indonesia secara cepat dan terukur sesuai
    perintah Presiden Prabowo.

    Peninjauan pertama difokuskan pada GT
    Pejompongan, salah satu dari tujuh gerbang tol di ruas tol dalam kota
    Cawang–Tomang–Pluit yang mengalami kerusakan. Berdasarkan data, total ada enam
    gerbang tol yang hangus terbakar, yaitu: GT Slipi 1, GT Slipi 2, GT
    Pejompongan, GT Senayan, GT Semanggi 1, dan GT Semanggi 2; serta satu gerbang
    tol, GT Kuningan 1, yang mengalami kerusakan sebagian.

    Menteri Dody menegaskan bahwa meskipun
    Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) Jasa Marga siap memperbaiki kerusakan pada ketujuh
    gardu tol itu, Kementerian PU siap memberikan dukungan penuh.

    “Kementerian PU telah menawarkan bantuan
    dukungan terkait perbaikan fasilitas gerbang tol. Namun dari pihak Jasa Marga
    menyatakan sanggup untuk memperbaiki. Kalau seperti itu, kami minta
    perbaikannya jangan setengah-setengah, karena malah justru membahayakan para
    pengguna jalan tol,” ujar Menteri Dody di lokasi.

    Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama
    Jasa Marga, Rivan Achmad, yang mendampingi peninjauan, menjelaskan bahwa BUJT
    Jasa Marga telah memulai perbaikan sejak Minggu (31/8/2025). Jasa Marga juga
    telah melakukan langkah tanggap darurat berupa pembersihan material di lokasi,
    sterilisasi area, serta pengoperasian Mobile Reader sebagai solusi layanan
    sementara. Dengan langkah ini, arus lalu lintas dapat kembali dikelola meski
    beberapa gerbang tol masih dalam tahap perbaikan.

    “Dari total 7 gerbang tol yang terdampak,
    telah kami perhitungkan untuk perbaikannya sekitar Rp80 miliar. Untuk proses
    perbaikan telah dimulai sejak Minggu kemarin, dan kita lanjutkan terus. Kami
    menargetkan mudah-mudahan dapat selesai pada 7 September sehingga dapat segera
    fungsional,” jelas Rivan Achmad.

    Selain meninjau kerusakan gerbang tol,
    Menteri Dody juga meninjau fasilitas transportasi publik lainnya, yakni Halte
    TransJakarta Polda Metro Jaya dan Halte Senayan yang juga mengalami kerusakan
    parah. Menteri Dody menyatakan Kementerian PU ingin memastikan proses
    rehabilitasi dan renovasi fasilitas publik tersebut berjalan dengan tepat dan
    cepat.

    “Kementerian PU akan mendukung perbaikan
    halte ini karena rusaknya cukup parah. Fokus kami, agar halte ini bisa
    fungsional dulu dalam tempo waktu secepat-cepatnya. Sementara dari pihak
    TransJakarta akan menyiapkan sistemnya. Nanti Kementerian PU akan berkoordinasi
    lebih detail bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terkait pembagian
    penanganannya,” jelas Menteri Dody.

    Lebih lanjut, jelas Menteri Dody,
    Kementerian PU telah melakukan Rapat Internal bersama Kepala Balai Penataan
    Bangunan dan Penataan Kawasan (BPBPK), Direktorat Jenderal Cipta Karya di
    seluruh Indonesia untuk melakukan pendataan mengenai infrastruktur publik yang
    terdampak aksi penyampaian aspirasi.

    “Untuk detailnya belum ada, namun kemarin
    kami Rapat Internal melakukan pendataan. Dari hasil hitung cepat, kami
    perkirakan kebutuhannya sekitar Rp900 miliar di seluruh Indonesia. Namun
    setelah nanti titik-titik penanganan sudah jelas akan kita hitung kembali,”
    jelas Menteri Dody.

    Kementerian PU menekankan bahwa pemulihan
    Halte TransJakarta merupakan prioritas karena menyangkut kelancaran mobilitas
    warga, serta keberlangsungan aktivitas ekonomi. Oleh karena itu, percepatan
    rehabilitasi menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas sosial dan ekonomi
    pasca insiden. Targetnya bisa segera fungsional dalam tempo waktu
    sesingkat-singkatnya. Sehingga masyarakat pengguna TransJakarta tidak terganggu
    aktivitasnya.

    “Kalau target fungsional dari Kementerian
    PU tentu secepatnya, mungkin dalam waktu 7 hari. Namun, kalau target perbaikan
    fisik tergantung dengan tingkat kerusakannya. Kalau rusak sedang hingga berat,
    bahkan perlu dibongkar dan dibangun ulang tentu perlu waktu beberapa bulan,”
    tambah Menteri Dody.

    Pada akhir tinjauannya, Menteri Dody
    kembali menekankan komitmen pemerintah untuk memulihkan semua layanan publik
    yang terganggu. Peninjauan ke Gerbang Tol Pejompongan, halte TransJakarta, dan
    fasilitas lainnya menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam memastikan proses
    perbaikan berjalan cepat dan aman bagi masyarakat.

    #SigapMembangunNegeriUntukRakyat

    Berita Lainnya

    spot_img

    Related Stories