https://ciayumajakuning.id
No Result
View All Result
Kamis, 16 Juli 2026
  • Umum
  • Seni & Budaya
  • Pariwisata
  • Ekbis
  • Teknologi
  • Lifestyle
  • Umkm
Informasi Seputar Cirebon Raya
No Result
View All Result
Home Umum

Cuaca tak Menentu, Nelayan Bandengan Cirebon Pilih Berhenti Melaut

by Noer Panji
27 Oktober 2025
in Umum

Suasana kapal nelayan Bandengan Cirebon tak pergi melaut lantaran cuaca tak menentu. (Ciayumajakuning.id)

CIAYUMAJAKUNING.ID: Sejumlah nelayan Cirebon khususnya di Desa Bandengan memutuskan untuk berhenti melaut menyusul kondisi cuaca yang memasuki musim hujan.

Salah seorang Nelayan Desa Bandengan Kabupaten Cirebon Kasirun mengatakanya sudah menghentikan aktivitas melaut sejak 29 September 2025 lalu. Biasanya, ia bersama 12 anak buah kapal (ABK) pergi melaut pukul 18.00 WIB dan pulang pukul 02.00 WIB dini hari.

BacaJuga

Sekda Herman: 424 Pejabat Pemprov Jabar Turun Langsung ke Sekolah pada MPLS

Bacakan Amanat KDM, Dedi Supandi Tekankan MPLS Bukan Sekadar Hari Pertama Sekolah

UGJ Gelar Rangkaian Dies Natalis FK ke-18 Dorong Peningkatan Kinerja Tri Dharma

Aktivitas Dapur MBG Serap Ribuan Tenaga Kerja, Aksi Damai di Majalengka Dukung Penuh Program Unggulan Ini

Namun kini, kapal mereka belum beroperasi karena kondisi laut yang kurang bersahabat hingga berpengaruh kepada hasil tangkapan ikan yang menurun.

“Tantangannya tergantung jumlah ikan di laut. Kalau banyak ikan, ya tetap berangkat walau cuacanya jelek. Tapi kalau sepi, ngapain berangkat, bisa rugi,” ujarnya saat ditemui di pesisir Bandengan, Senin (27/10/2025).

Dalam kondisi normal, tangkapan mereka biasanya berupa ikan tanjan kecil, ikan pirik, dan ikan kembung. Sekali berangkat, mereka memerlukan modal sekitar Rp400 ribu.

Jika hasil laut sedang bagus, bisa membawa pulang hingga Rp2 juta. Namun jika sepi, hasil tangkapan hanya sekitar Rp150 ribu, dan itu pun harus dibagi untuk membayar ABK.

Pekerjaan sebagai nelayan sudah dijalani Kasirun secara turun-temurun dari ayahnya. Ia menyebut situasi saat ini cukup sulit dibandingkan sebelumnya.

“Kalau dulu ikan banyak, sekarang makin jarang. Cuacanya juga sering berubah,” tuturnya.

Berbeda dengan nelayan rajungan, yang tetap melaut setiap hari mulai pukul 03.00 hingga 09.00 pagi, karena hasil tangkapan rajungan masih stabil.

“Rajungan ada terus, paling dapat dua kilo, tapi tetap ada penghasilan,” tambahnya.

Penulis: Rafif Apriandi Al Khalief (Magang IPB)

Tags: CirebonheadlineNelayan CirebonTangkapan Ikan

Related Posts

Sekda Herman: 424 Pejabat Pemprov Jabar Turun Langsung ke Sekolah pada MPLS

15 Juli 2026

Bacakan Amanat KDM, Dedi Supandi Tekankan MPLS Bukan Sekadar Hari Pertama Sekolah

15 Juli 2026

UGJ Gelar Rangkaian Dies Natalis FK ke-18 Dorong Peningkatan Kinerja Tri Dharma

11 Juli 2026
Aktivitas Dapur MBG Serap Ribuan Tenaga Kerja, Aksi Damai di Majalengka Dukung Penuh Program Unggulan Ini

Aktivitas Dapur MBG Serap Ribuan Tenaga Kerja, Aksi Damai di Majalengka Dukung Penuh Program Unggulan Ini

9 Juli 2026
Kuningan Ketiban Rezeki Gegara Sampah dan Rokok Ilegal

Pemkab Dorong DMI Kuningan Wujudkan Masjid Ramah Anak

4 Juli 2026
Indramayu Gelar Porsadin ke-8, Ajang Pengembangan Bakat Santri

Indramayu Gelar Porsadin ke-8, Ajang Pengembangan Bakat Santri

4 Juli 2026

Redaksi | Tentang Kami | Pedoman Media Siber

Partner

© 2026 ciayumajakuning.id - PT. Sonde Mitra Utama
No Result
View All Result
  • Umum
  • Seni & Budaya
  • Pariwisata
  • Ekbis
  • Teknologi
  • Lifestyle
  • Umkm

© 2020 ciayumajakuning.id