Panen Padi di Kedokanbunder Indramayu Tembus 12 Ton/Hektare

2 Min Read

CIAYUMAJAKUNING.ID – Melalui lomba ubinan, produksi padi di tiga Desa yakni Kedokan Bunder, Kedokan Bunder Wetan dan Kedokan Agung, Kabupaten Indramayu menembus hingga 12,11 ton per hektare.

Capaian ini membuktikan jika kerja keras para petani, varietas unggul dan sentuhan teknologi mampu melahirkan panen luar biasa.

Lomba ubinan menjadi ruang pembuktian sekaligus pemicu semangat untuk terus meningkatkan produktivitas pertanian.

Varietas Inpari-32 Promeo 69 menjadi andalan di padukan dengan teknik budidaya.

Kepala DKPP Sugeng Heriyanto mengatakan lomba ubinan menjadi bukti sektor pertanian Indramayu berpotensi besar untuk tumbuh.

“Pertanian Indramayu bisa terus meningkat jika di kelola dengan baik,” ujarnya di Agro Eduwisata, Desa Kedokanagung, Senin (15/12).

Sebagai bentuk apresiasi, DKPP Indramayu menyiapkan satu unit traktor untuk kelompok tani pemenang lomba.

Penyuluh DKPP Kedokan Bunder Wawan Hermawan menambahkan lomba ubinan di gelar di 65 titik lokasi dengan luas total 23,11 hektar.

Dari hasil pengukuran, rata-rata produksi padi mencapai 10,41 ton/hektare dan bahkan beberapa titik menembus angka 12,11 ton/hektare.

“Produksi tertinggi ini menjadi juara pertama. Hasilnya sangat luar biasa dan layak diadopsi oleh kelompok tani lain,” katanya.

Nurul Hadi (Uyung), petani peraih juara pertama bercerita jika ia menggunakan varietas Inpari-32 Promeo 69.

Dari hasil ubinan seberat 9,23 kilogram, produktivitasnya tercatat 147,68 kwintal/hektare.

Kendati begitu, ia masih terdapat kehilangan hasil sekitar 18 persen. ***

Share This Article