CIAYUMAJAKUNING.ID – Harga cabai di Kabupaten Indramayu sempat menembus angka Rp100 ribu per kilogram. Hal inilah yang mendasari DKPP Indramayu untuk meluncurkan Gerakan Tanam Cabai di lahan pertanian dan pekarangan rumah warga.
Gerakan ini bertujuan menekan inflasi dan meningkatkan ketahanan pangan.
Selain itu, juga memanfaatkan potensi lahan serta mengurangi ketergantungan terhadap pasokan cabai dari luar daerah.
DKPP dalam melakukan Gerakan Tanam Cabai menggandeng Disdikbud dan Pramuka Kwarcab Indramayu.
Ketua Kwarcab Indramayu Jajang Sudrajat mengatakan pelaksanaan pelatihan menanam cabai di lakukan secara bergilir di setiap kecamatan.
“Seluruh peserta di libatkan dalam penanaman di area perkantoran, halaman sekolah dan pekarangan rumah,” ujarnya di SDN Margadadi 5 Indramayu, Senin (05/01).
Jajang berharap kegiatan tanam cabai ini dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.
“Gerakan bertanam serentak juga diharapkan bisa menekan harga cabai hingga pada kisaran harga normal,” ujarnya.
Meski demikian Jajang menyadari tantangan terkait terbatasnya lahan pertanian terutama dengan kepadatan penduduk.
Untuk itu, Gerakan Tanam Cabai Serentak di halaman kantor, lembaga Pendidikan dan pekarangan rumah merupakan solusi guna memenuhi kebutuhan cabai.
Wakabid Pengabdian Masyarakat dan Penanggulangan Bencana Kak Baman mengatakan dalam menanam cabai di perlukan inovasi.
Hal itu di lakukan agar Gerakan Menanam Cabai sukses sesuai harapan.
“Pola tanam yang benar dan inovasi yang tepat sangat penting untuk menyiasati keterbatasan lahan sekaligus memperkuat ketahanan pangan,” katanya.
Sementara itu, Kepala SDN 5 Margadadi Indramayu Ida Faridah mengapresiasi dengan adanya kegiatan pelatihan menanam cabai di sekolahnya.
“Kegiatan ini merupakan kegiatan positif bagi siswa dan dapat berkelanjutan kepada peserta didik lain di sekolah lainnya”, ungkapnya. ***


