CIAYUMAJAKUNING.ID – Pemkab Indramayu mendorong masyarakat untuk tidak membuang minyak jelantah sembarangan melainkan menyetorkannya ke bank sampah guna di olah kembali menjadi sesuatu yang bermanfaat.
Pengelolaan minyak jelantah juga berperan penting dalam mencegah pencemaran lingkungan.
Limbah rumah tangga seperti minyak jelantah dapat merusak kualitas tanah bahkan dapat mengakibatkan matinya mikroorganisme di dalam tanah.
Staf DLH Indramayu Intan mengatakan pengelolaan minyak jelantah menjadi salah satu langkah dalam menjaga kelestarian lingkungan berbasis partisipasi masyarakat.
“Kami harap masyarakat makin sadar limbah rumah tangga bisa di kelola secara bertanggung jawab dan memberikan manfaat,” ujarnya, Rabu (07/01).
Salah satu bank sampah yang aktif mengelola minyak jelantah adalah Bank Sampah Rumah Hijau di Kecamatan Sindang.
Bank ini mencatat rata-rata penerimaan minyak jelantah sekitar 63 kilogram/bulan dengan harga Rp 4.000/kilogram.
Warga dapat menyetorkan minyak jelantah sebagai nasabah dengan sistem tabungan yang dapat di cairkan setelah enam bulan atau ketika saldo mencapai Rp50 ribu.
Bank Sampah Rumah Hijau juga menjalin mitra kerja sama dengan pedagang kaki lima dan kedai makanan.
Penjemputan minyak jelantah biasanya di lakukan dengan jumlah lebih besar, rata-rata di atas 20 kilogram/pengambilan.
Untuk nasabah rumah tangga, penyetoran umumnya di lakukan sebulan sekali pada minggu terakhir, sedangkan penjemputan dari mitra menyesuaikan ketersediaan stok.
Sementara itu, Bank Sampah Jembangan Jaya di Kecamatan Lemahabang juga menerima setoran minyak jelantah dari masyarakat dengan rata-rata 10 hingga 15 liter/bulan.
Harga yang di tetapkan sebesar Rp 3.000/600 mililiter atau setara satu botol air mineral.
Proses pengumpulan dilakukan dengan nasabah datang langsung ke lokasi bank sampah. ***


