Upaya Pemkot Cirebon Perbaiki Dua Rumah di Lemahwungkuk

2 Min Read

CIAYUMAJAKUNING.IDWakil Wali Kota Cirebon Siti Farida Rosmawati meninjau kondisi dua unit rumah yang mengalami kerusakan parah di Kelurahan Pegambiran, Kecamatan Lemahwungkuk, Senin (05/01).

Lokasi pertama yang di kunjungi adalah kediaman Sukadi di RT/RW: 02/08 yang mengalami tembok ambruk.

Serta kediaman Adah di RT/RW: 01/08 yang kondisi rumahnya di nilai sudah tidak layak huni.

Wawalkot Siti mengatakan pihaknya turun langsung untuk merespons aspirasi warga sekaligus melakukan survei guna memastikan kondisi keluarga yang terdampak.

“Kami bersyukur kondisi penghuninya dalam keadaan baik,” ungkapnya.

Meskipun, sambung Siti, ada bangunan yang temboknya runtuh total akibat intensitas hujan yang tinggi.

“Serta ada rumah yang memang kondisinya sudah sangat rapuh dan tidak layak huni mulai dari lantai hingga atap,” lanjutnya.

Siti menjelaskan Pemkot Cirebon telah mengambil langkah cepat dengan melakukan koordinasi antar instansi.

Usulan bantuan untuk perbaikan rumah tersebut sudah di proses melalui Dinsos dan Baznas Kota Cirebon.

Serta menjajaki peluang bantuan melalui program CSR dari berbagai pihak agar pengerjaannya bisa segera di mulai.

Sementara untuk kategori rutilahu sudah masuk dalam pendataan DPRKP.

Pemkot Cirebon terus mendorong supaya usulan tersebut menjadi prioritas karena kondisinya memang sudah sangat mendesak.

“Insya Allah, semuanya akan di realisasikan pada tahun 2026 sesuai dengan urutan prioritas dan kemampuan anggaran daerah yang ada,” ujarnya.

Siti juga menyoroti pentingnya langkah preventif dalam menghadapi cuaca ekstrem dan potensi bencana banjir di wilayah perkotaan.

Ia menekankan penanganan infrastruktur seperti normalisasi sungai dan perbaikan drainase memerlukan kolaborasi lintas sektoral.

Termasuk kerja sama dengan BBWS Cimancis dan koordinasi dengan kabupaten tetangga yang berbatasan langsung dengan Kota Cirebon.

​Siti juga meminta supaya masyarakat untuk lebih peduli dengan tidak membuang sampah sembarangan ke saluran air atau gorong-gorong.

Pemkot juga akan terus melakukan pemantauan mulai dari tingkat RT, RW hingga Kelurahan guna memastikan tidak ada bangunan liar yang menghambat aliran air.

“Serta melakukan normalisasi sungai bersama BBWS guna meminimalisir risiko bencana di masa mendatang,” tutupnya. ***

Share This Article