UGJ Dorong Reputasi Global Lewat CAMIC The 3rd, Fokus Digitalisasi Kampus dan Kesehatan

3 Min Read

CIAYUMAJAKUNING.ID – Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) Cirebon terus memperkuat reputasi internasionalnya melalui penyelenggaraan Cirebon Annual Multidisciplinary International Conference (CAMIC) The 3rd. Kegiatan ini menjadi wadah strategis bagi diskusi ilmiah lintas disiplin sekaligus mendorong publikasi ilmiah bertaraf internasional.

Hal tersebut disampaikan Rektor UGJ, Prof. Dr. Achmad Faqih, SP, MM, di sela-sela pelaksanaan CAMIC The 3rd yang digelar di Gedung Fakultas Kedokteran Universitas Swadaya Gunung Jati (FK UGJ), Selasa (13/1/2026).

Menurut Prof. Faqih, perguruan tinggi saat ini dituntut untuk siap menghadapi tantangan global. Oleh karena itu, UGJ secara konsisten menghadirkan akademisi dan pakar dari berbagai negara dalam forum internasional seperti CAMIC.

“Perguruan tinggi, termasuk UGJ Cirebon, harus mampu beradaptasi dengan dinamika global. Melalui konferensi ini, kami menghadirkan pembicara dari berbagai negara sebagai bagian dari upaya internasionalisasi kampus,” ujarnya.

Ia menjelaskan, CAMIC merupakan agenda tahunan UGJ yang dikemas sebagai international summit, dengan fokus utama pada tema digitalisasi kampus serta keunggulan di bidang kesehatan. Tema tersebut dinilai relevan dalam menyongsong visi Indonesia Emas 2045, khususnya dalam menyiapkan generasi unggul di era digital.

“Di era reformasi digital, penguasaan teknologi menjadi kunci utama. Perguruan tinggi unggul adalah yang mampu menguasai teknologi dan menjadikannya dasar dalam pengembangan kebijakan pendidikan. Batas negara sudah tidak lagi menjadi penghalang, tetapi kompetensi dan daya saing global,” tegasnya.

Prof. Faqih juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) hingga level internasional. Menurutnya, generasi masa depan akan mampu bersaing di tingkat dunia apabila dibekali penguasaan teknologi dan wawasan global sejak di bangku perguruan tinggi.

Selain digitalisasi, sektor kesehatan menjadi perhatian serius UGJ. Rektor menyebutkan bahwa tantangan kesehatan global, seperti munculnya penyakit menular baru di berbagai negara, menuntut perguruan tinggi untuk aktif melakukan riset mendalam.

“Bidang kesehatan membutuhkan kesiapan SDM yang mampu mempelajari dan mengantisipasi penyakit-penyakit baru. Riset menjadi sangat penting agar perguruan tinggi dapat berkontribusi nyata dan menghasilkan alumni yang kompeten, khususnya di bidang kesehatan,” jelasnya.

Di akhir pernyataannya, Prof. Faqih menegaskan bahwa predikat unggul yang disandang UGJ, baik di tingkat institusi maupun program studi, harus dibuktikan dengan kemampuan mencetak lulusan berkarakter, berdaya saing, dan siap berkontribusi di berbagai aspek kehidupan.

“UGJ berkomitmen tidak hanya mencetak lulusan yang cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter dan siap menghadapi tantangan global,” pungkasnya.

Share This Article