CIAYUMAJAKUNING.ID – Saat berkunjung ke lokasi, Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar mengaku prihatin menyusul sepinya pengunjung obyek wisata Sukageuri View yang berada di Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur, Jumat (23/01).
Untuk itu, Pemkab Kuningan mendorong revitalisasi Sukageuri View melalui pendekatan berbasis kearifan lokal dan pelibatan aktif warga.
Sukageuri View merupakan salah satu obyek wisata alam populer di lereng Gunung Ciremai yang menawarkan pemandangan alam indah memanjakan mata.
Salah satu cara untuk menikmati keindahan alam tersebut dan menjadi andalan Sukageuri View adalah dengan cara berkemah.
Di Sukageuri View, Bupati Kuningan lalu berkesempatan berdialog dengan perwakilan desa, kecamatan, pengelola wisata dan Disporapar membahas sepinya pengunjung.
Ia mengaku prihatin usai mengetahui sebagian masyarakat berada dalam posisi dilema.
Warga sekitar berada dalam posisi sulit antara mempertahankan pengelolaan wisata atau kembali ke mata pencaharian lama seperti penambangan batu.
“Saya cukup kaget dan prihatin, Sukageuri View yang di banggakan ternyata mengalami kemunduran padahal potensinya luar biasa,” ujar Bupati.

Bsginya pengembangan destinasi wisata yang hanya mengandalkan keindahan alam tidak lah cukup di tengah persaingan yang semakin ketat.
Banyak daerah lain menawarkan konsep serupa dengan dukungan modal besar sehingga desa wisata harus memiliki keunikan yang menjadi pembeda.
“Kalau hanya menjual alam, kita akan kalah. Yang harus di jual adalah kehangatan masyarakatnya, keautentikannya, dan ceritanya,” ujar Bupati.
Tren wisata saat ini menunjukkan wisatawan mencari pengalaman yang lebih utuh mulai dari interaksi sosial, budaya hingga cerita yang melekat pada suatu tempat.
Konsep homestay, aktivitas bertani serta narasi sejarah dan kehidupan desa di nilai mampu memberikan nilai tambah yang tak di miliki wisata modern.
Pengembangan wisata yang di kelola secara tepat akan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
“Dampak ekonominya bisa di rasakan seluruh kawasan, bukan hanya oleh satu kelompok atau profesi,” tutur Bupati. ***


