Januari 2026, Kuningan Targetkan 6.550 Hektare LTT Padi

2 Min Read

CIAYUMAJAKUNING.ID – Kadiskatan Kuningan Wahyu Hidayah mengatakan Pemkab Kuningan menetapkan target Luas Tambah Tanam (LTT) padi pada Januari 2026 seluas 6.550 hektare sebagai bagian dari upaya menjaga produksi padi dan ketahanan pangan daerah.

Oleh karenanya, pencapaian target tersebut memerlukan dukungan seluruh jajaran pertanian terutama melalui keakuratan data dan percepatan tanam.

“Dan menjadi indikator penting dalam menjaga produksi padi,” ucap Wahyu saat menggelar rakor LTT Padi 2026 di kantor dinas, Selasa (27/01).

Rakor tersebut juga menjadi forum evaluasi menjelang tutup buku Januari 2026.

Data LTT, tegasnya, harus benar-benar mencerminkan kondisi riil di lapangan supaya kebijakan yang  diambil tak salah sasaran.

LTT merupakan indikator utama dalam penghitungan produksi padi sehingga kesalahan data dapat berdampak pada perencanaan dan intervensi pemerintah.

Berdasarkan hasil pemetaan dan validasi lapangan, potensi riil lahan tanam padi di Kabupaten Kuningan pada Januari 2026 mencapai 4.394 hektare.

Dari luasan tersebut, realisasi LTT hingga pertengahan Januari 2026 tercatat seluas 3.905 hektare.

“Target di tetapkan untuk memacu kinerja agar realisasi dapat melampaui potensi yang telah terpetakan,” ujar Wahyu.

Jiia hingga akhir Januari target belum tercapai, kekurangannya akan di akumulasikan sebagai tambahan target pada Februari 2026.

Percepatan tanam dan ketepatan intervensi, menjadi faktor penting dalam mengejar target LTT padi.

Data realisasi LTT di himpun oleh penyuluh pertanian dari petani guna di verifikasi untuk kemudian di laporkan ke Kementerian Pertanian.

“Ketepatan waktu dan validitas data menjadi tanggung jawab bersama,” katanya.

Wahyu juga mengingatkan pentingnya ketelitian dalam pengusulan Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) penerima bantuan agar sesuai kebutuhan riil dan potensi wilayah.

“Tidak hanya padi sawah, tetapi juga optimalisasi lahan kering, tadah hujan, serta pengembangan komoditas pendukung bernilai ekonomi,” terangnya.

Semua, sambung Wahyu, harus di rencanakan berbasis data dan perhitungan matang.

Pihaknya juga mendorong pemanfaatan alat mesin pertanian guna mempercepat olah tanah dan memperluas areal tanam.

“Kami harap capaian LTT padi Januari 2026 dapat tercapai secara optimal dan mendukung ketahanan pangan nasional,” pungkas Wahyu. ***

Share This Article