CIAYUMAJAKUNING.ID – Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) membuktikan komitmennya dalam melahirkan generasi inovator melalui Awards and Closing Ceremony Program Kampus Berdampak Kewirausahaan Mandiri (KBKM) Tahun Akademik 2025-2026. Acara yang berlangsung meriah pada Kamis (5/2) di Auditorium Gedung B Kampus FK UGJ ini menjadi babak akhir sekaligus titik awal bagi para mahasiswa untuk terjun ke dunia bisnis profesional.
Program yang diinisiasi oleh Lembaga Inovasi dan Pengembangan (LIP) UGJ ini telah berjalan selama empat bulan. Bukan sekadar tugas kuliah, KBKM dirancang sebagai “laboratorium hidup” bagi mahasiswa untuk mengasah mental dan strategi bisnis di lapangan.
Mental Juang Lebih Utama dari Sekadar Teori
Ketua Pelaksana KBKM, Dr. H. Kartono, S.E., M.Si., dalam laporannya menekankan bahwa inti dari program ini adalah pembentukan karakter. Menurutnya, proses seleksi ketat hingga evaluasi lapangan merupakan simulasi nyata dunia kerja.
“Proposal dan presentasi itu penting, tetapi yang jauh lebih utama adalah membentuk mental wirausaha. Mahasiswa harus mampu bertahan, berjuang, dan mencari solusi di masa depan,” tegas Dr. Kartono.
Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mahasiswa, program ini juga memberikan reward modal usaha kepada kelompok terbaik (Juara 1, 2, dan 3) yang dinilai paling kreatif dan berani mengambil risiko selama masa pelaksanaan.
Relevansi Pendidikan dengan Kebutuhan Industri
Rektor UGJ, Prof. Dr. Ir. H. Achmad Faqih, S.P., M.M., IPU., CIRR., yang secara resmi menutup program ini, menyatakan bahwa KBKM adalah implementasi nyata dari kebijakan pendidikan modern yang adaptif. UGJ kini memindahkan “ruang kelas” ke dunia industri dan pelaku UMKM.
“Pengalaman praktik di lapangan akan melahirkan inovasi yang berdampak nyata, bukan hanya bagi mahasiswa, tapi juga bagi pengembangan UMKM di sekitar kita,” ujar Prof. Achmad Faqih.
Senada dengan Rektor, Ketua Yayasan Pendidikan Swadaya Gunung Jati (YPSGJ), Prof. Dr. H. Mukarto Siswoyo, Drs., M.Si., menyebut momen penutupan ini sebagai gerbang pembuka.
“Hari ini kita tidak hanya menutup program, tapi membuka jalan bagi lahirnya wirausahawan muda yang mandiri dan berdaya juang tinggi,” tuturnya.
Inovasi Digital dan Dukungan Global
Keberhasilan mahasiswa UGJ juga mendapat sorotan dari Dr. Endah Pitaloka, S.E., M.E. dari Wadhwani Foundation. Ia memuji kemampuan mahasiswa yang mampu mengawinkan produk inovatif dengan strategi pemasaran digital yang tajam.
“Program KBKM menjadi bekal krusial. Mahasiswa kini tidak hanya siap kerja, tapi siap menciptakan lapangan kerja sebagai pelaku startup yang berdampak luas,” ungkapnya.
Dengan berakhirnya KBKM 2025-2026, UGJ kembali mempertegas posisinya sebagai perguruan tinggi yang berorientasi pada kualitas lulusan yang kreatif, mandiri, dan siap bersaing di kancah nasional maupun internasional.



