spot_img
Senin, Maret 16, 2026
More

    Dinas UMKM Kabupaten Cirebon Dorong Dapur Ramah UMKM, SPPG Mawar Bina Insani Jadi Model Pemberdayaan Purna Migran

    CIAYUMAJAKUNING.ID: Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Dinas UMKM menunjukkan dukungan nyata terhadap penguatan ekonomi berbasis komunitas dengan menghadiri dan meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Mawar Bina Insani di Desa Karangreja, Kecamatan Suranenggala.

    SPPG Yayasan Mawar Bina Insani dinilai sebagai model dapur layanan gizi yang tidak hanya fokus pada pemenuhan nutrisi, tetapi juga menggerakkan UMKM dan purna pekerja migran.

    Kepala Dinas UMKM Kabupaten Cirebon Alex Suheriyawan menegaskan bahwa SPPG Mawar Bina Insani memiliki pendekatan yang berbeda dan progresif. Ia secara simbolis menyematkan konsep “Dapur Ramah UMKM” pada SPPG Karangreja.

    “Ini adalah SPPG pertama di Cirebon yang terintegrasi antara UMKM, koperasi, dan relawan purna pekerja migran. Kami menyebutnya Dapur Ramah UMKM karena memberi ruang tumbuh bagi pelaku usaha lokal,” tegasnya.

    Menurut Alex, konsep Dapur Ramah UMKM sejalan dengan arah kebijakan daerah dalam memperkuat rantai pasok lokal, membuka peluang usaha, serta memastikan manfaat ekonomi dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar.

    Dukungan terhadap inisiatif ini juga datang dari Direktorat Jenderal Pemberdayaan dan Reintegrasi Keluarga KP2MI. Rombongan Ditjen dipimpin Hadi Wahyuningrum yang hadir memenuhi undangan Didi Kusnadi, Ketua Yayasan Mawar Bina Insani sekaligus Purna Pekerja Migran Indonesia asal Korea Selatan.

    KP2MI menilai SPPG Karangreja sebagai praktik baik reintegrasi purna migran melalui kegiatan produktif berbasis komunitas.

    Dalam sambutan penutupnya, Didi Kusnadi menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas dukungan lintas sektor yang terbangun.

    Ia secara khusus mengapresiasi peran Dinas UMKM Kabupaten Cirebon yang mendorong integrasi UMKM dalam operasional dapur MBG.

    “Konsep Dapur Ramah UMKM ini memberi harapan besar bagi purna migran dan pelaku usaha lokal untuk tumbuh bersama,” ujarnya.

    Didi juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bapak Risdiyanto dan Cahya Sutowo atas dukungan pemodalan yang memungkinkan SPPG Mawar Bina Insani dapat berdiri dan beroperasi secara berkelanjutan.

    Acara peresmian ditutup dengan doa bersama dan dilanjutkan dengan jamuan prasmanan.

    Beragam hidangan yang disajikan merupakan hasil karya relawan purna migran dengan pengalaman kerja di berbagai negara, sekaligus menjadi bukti bahwa dapur MBG dapat menjadi ruang pemberdayaan, kemandirian, dan penguatan UMKM lokal.

    Berita Lainnya

    spot_img

    Related Stories