spot_img
Senin, Februari 16, 2026
More

    Tahun Kuda Api 2026, Budayawan Tionghoa Cirebon Soroti Potensi Konflik dan Bencana Alam

    CIAYUMAJAKUNING.ID: Pergantian shio pada 17 Februari 2026 menandai dimulainya Tahun Kuda Api dalam kalender Tionghoa. Budayawan Tionghoa Cirebon, Jeremy Huang Wijaya, mengaitkan momen ini dengan ramalan kuno Joyoboyo yang menyebutkan kondisi bumi semakin panas dan penuh gejolak.

    Dalam ramalan Joyoboyo yang populer dalam bentuk syair lagu tersebut, terdapat penggalan kalimat: “Bumine wes soyo anget, bumine soyo mengkeret, gunung-gunung podho mbledhos, manungso sami kuwatos, Pulo Jowo kerem samudro.” Syair itu menggambarkan kondisi alam yang memanas, gunung meletus, hingga manusia hidup dalam kekhawatiran.

    Menurut Jeremy Huang unsur api yang melekat pada shio Kuda Api melambangkan energi besar, semangat, sekaligus potensi gejolak.

    “Elemen api identik dengan panas, konflik, dan dinamika tinggi. Atmosfer kehidupan di Tahun Kuda Api diprediksi lebih membara dibanding tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya.

    Jeremy menilai, energi api dalam astrologi Tionghoa kerap dihubungkan dengan meningkatnya tensi konflik, baik politik maupun ekonomi. Ia mencontohkan potensi ketegangan di kawasan Timur Tengah, persaingan Amerika Serikat dengan Iran, perang dagang AS dan China, hingga isu China dan Taiwan.

    “Konflik kepentingan bisa semakin tajam karena simbol api merepresentasikan persaingan dan ambisi besar,” katanya.

    Tak hanya konflik geopolitik, Tahun Kuda Api juga disebut berpotensi menghadirkan fenomena alam ekstrem. Jeremy menyebut kemungkinan meningkatnya aktivitas gunung berapi, musim kemarau panjang, kebakaran hutan, gelombang tinggi di samudera, hingga gempa bumi.

    Ia juga menyoroti temuan Badan Geologi Kementerian ESDM bersama Badan Informasi Geospasial (BIG) dan PT Oseanland terkait struktur patahan aktif di wilayah Gunung Nyungcung, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, yang dinamai Sesar Cisadane.

    Keberadaan Sesar Cisadane menjadi perhatian karena lokasinya sekitar 20 kilometer dari Jakarta. Sesar ini menambah daftar patahan aktif yang mengepung wilayah metropolitan, setelah sebelumnya dikenal Sesar Baribis dan Sesar Citarik.

    “Temuan ini perlu menjadi kewaspadaan bersama. Masyarakat harus lebih siap menghadapi potensi bencana,” ujarnya.

    Di tengah prediksi penuh dinamika, Jeremy mengajak masyarakat memperkuat spiritualitas. Ia menyarankan untuk memperbanyak doa dan sedekah, terutama saat malam Tahun Baru Imlek.

    “Untuk meredam hawa panas di Tahun Kuda Api, manusia harus lebih mendekatkan diri kepada Tuhan, banyak berdoa dan berbagi kepada sesama,” tuturnya.

    Tahun Kuda Api 2026 diperkirakan membawa energi perubahan besar. Di satu sisi, api melambangkan keberanian dan kemajuan. Namun di sisi lain, unsur ini juga mengingatkan manusia agar lebih waspada, menjaga keseimbangan alam, dan memperkuat solidaritas sosial.

    Berita Lainnya

    spot_img

    Related Stories