spot_img
Kamis, Februari 19, 2026
More

    Festival Ramadan 1447 H di Kota Cirebon Resmi Digelar, 498 UMKM Ramaikan Jalan Siliwangi

    CIAYUMAJAKUNING.ID: Memasuki bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Cirebon tidak hanya menghadirkan nuansa religius, tetapi juga menggeliatkan roda perekonomian lokal melalui Festival Ramadan 1447 H.

    Pemerintah Kota Cirebon memusatkan festival di sepanjang Jalan Siliwangi dengan menghadirkan 498 lapak UMKM. Ratusan pelaku usaha kecil dan menengah ini siap menawarkan beragam produk unggulan, mulai dari kuliner takjil, makanan siap saji, hingga busana muslim.

    Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, memastikan seluruh persiapan teknis telah rampung. Kepastian tersebut diperoleh setelah rapat koordinasi bersama seluruh perangkat daerah dan Forkopimda terkait festival ramadan di Cirebon.

    “Alhamdulillah, hari ini kami sudah merapatkan semuanya bersama SKPD dan Forkopimda untuk pembahasan lebih rinci. Semuanya sudah clear, tinggal pelaksanaan saja. Kami ingin Ramadan tahun ini menjadi berkah, tidak hanya bagi yang beribadah, tetapi juga bagi para pedagang,” ujar Effendi usai rapat koordinasi implementasi Festival Ramadan 1447 H di Ruang Prabayaksa Balai Kota, Rabu (18/2/2026).

    Ia menyebutkan, sebanyak 498 pedagang terdata mengisi tenda-tenda di sepanjang Jalan Siliwangi. Pemerintah berharap variasi produk yang ditawarkan mampu memecah konsentrasi pembeli agar tidak menumpuk di satu titik.

    Wali Kota juga mengingatkan pentingnya menjaga lima aspek utama selama festival berlangsung, yakni ketertiban, kebersamaan, keamanan, kebersihan, dan kenyamanan lingkungan.

    “Ada 498 pedagang dengan variasi makanan yang sangat banyak. Jangan berebut di satu titik. Semua masakan saudara-saudara kita ini enak-enak,” tambahnya.

    Salah satu aturan tegas yang diterapkan adalah larangan belanja dengan sistem drive-thru atau berhenti di bahu jalan. Pembeli diwajibkan memarkirkan kendaraan di kantong parkir resmi yang telah disediakan.

    Area parkir tersedia di sekitar Balai Kota, Gedung DPRD, Bank BJB, hingga Gedung Setda. Petugas dari Dinas Perhubungan dan Satpol PP akan berjaga untuk memastikan tidak ada kendaraan yang berhenti di depan tenant.

    “Kami sudah siapkan kantong parkir yang luas. Pembeli silakan parkir, lalu jalan santai menikmati suasana festival. Tidak boleh ada parkir di depan tenan,” tegas Effendi.

    Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perdagangan, dan Perindustrian (DKUKMPP) Kota Cirebon, Iing Daiman, menyebut Festival Ramadan sebagai wadah strategis untuk meningkatkan pendapatan UMKM.

    Menurutnya, pemerintah berkomitmen menghadirkan fasilitas yang lebih tertata agar pengalaman berbelanja masyarakat semakin nyaman.

    “Festival ini bukan sekadar tempat berjualan, tapi penggerak ekonomi lokal. Produknya lengkap, mulai dari takjil tradisional hingga busana muslim. Kami juga menghadirkan layanan publik seperti Samsat dan BJB Night agar masyarakat bisa mengurus administrasi sambil ngabuburit,” jelas Iing.

    Pemkot Cirebon memastikan tidak ada penutupan total Jalan Siliwangi. Namun, skenario rekayasa lalu lintas telah disiapkan jika terjadi lonjakan pengunjung signifikan.

    Festival Ramadan 1447 H ini dijadwalkan beroperasi setiap hari mulai pukul 15.00 WIB hingga 04.00 WIB atau menjelang sahur. Dengan penataan yang lebih rapi, dukungan fasilitas parkir, serta pengawasan petugas.

    Pemerintah Kota Cirebon berharap Festival Ramadan tahun ini menjadi model percontohan sinergi antara tradisi keagamaan dan pemberdayaan ekonomi UMKM yang berjalan harmonis di Kota Cirebon.

    Berita Lainnya

    spot_img

    Related Stories