spot_img
Selasa, Maret 17, 2026
More

    Festival Ramadhan 2026 Momen BI dan Pemkab Majalengka Perkuat Ekosistem Ekonomi Syariah

    CIAYUMAJAKUNING.ID: Kepala Perwakilan Bank Indonesia Cirebon, Wihujeng Ayu Rengganis, bersama Bupati Majalengka Eman Suherman resmi membuka Festival Ramadhan (FESTRA) 2026 di Alun-alun Majalengka, Minggu (1/3/2026).

    Kegiatan ini digelar bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun Kabupaten Majalengka, sebagai bentuk kolaborasi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya sektor ekonomi syariah.

    Mengusung tema “Ramadan Langkung Sae: Sinergi Nilai Ramadan dalam Penguatan Ekosistem Ekonomi Syariah”, FESTRA 2026 berlangsung pada 1–7 Maret 2026 sebagai agenda terintegrasi yang menyasar penguatan UMKM, literasi keuangan, hingga digitalisasi sistem pembayaran.

    Penyelenggaraan FESTRA 2026 menjadi kontribusi BI Cirebon dalam rangkaian Road to Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) Regional Jawa.

    Agenda ini sekaligus mendukung Provinsi Jawa Barat dalam ajang Anugerah Adinata Syariah Nasional, serta menyemarakkan Bulan Pembiayaan Syariah (BPS) dan National Halal Festival (NHF).

    Wihujeng Ayu Rengganis menegaskan, pengembangan ekonomi dan keuangan syariah difokuskan pada tiga strategi utama, yakni penguatan ekosistem produk halal, penguatan kelembagaan ekonomi syariah, serta peningkatan literasi dan inklusi keuangan berbasis halal lifestyle.

    “Ramadan menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi dan memperluas dampak ekonomi syariah yang inklusif,” ujarnya.

    FESTRA 2026 menghadirkan ekosistem halal terintegrasi berbasis rantai nilai (value chain). Sebanyak 27 UMKM unggulan difasilitasi, terdiri dari 21 pelaku kuliner, 3 kriya, dan 3 modest fashion.

    Momentum ini juga ditandai dengan peresmian Zona Khas (Kuliner Halal Aman Sehat) Kasungka Majalengka, yang diklaim sebagai kawasan kuliner terverifikasi halal dan higienis pertama di Ciayumajakuning. Program ini merupakan hasil kolaborasi BI dengan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS).

    Dalam rangka mempercepat digitalisasi, seluruh transaksi merchant di area festival diwajibkan menggunakan QRIS. Program “QRIS Jawara” untuk pedagang dan “QRIS Race” bagi pengunjung disiapkan sebagai bentuk apresiasi sekaligus edukasi sistem pembayaran digital.

    Tak hanya bazar, FESTRA 2026 juga memfasilitasi akses pembiayaan melalui inovasi “IN-FESTASI” (Integrasi-Festival Finansial). Melalui program ini, pelaku UMKM dapat mengecek riwayat kredit melalui SLIK OJK serta berkonsultasi langsung dengan perbankan syariah di lokasi acara.

    “BERKAFEIN”. Hasil wakaf dari kopi lokal dan penjualan UMKM di Halal Center akan disalurkan untuk program wakaf produktif di wilayah Ciayumajakuning.

    Selain itu, BI Cirebon juga menyediakan fasilitasi sertifikasi halal gratis dengan metode self-declare bagi 25 pendaftar, guna mempercepat legalitas produk UMKM.

    Pemerintah Kabupaten Majalengka menyambut positif sinergi ini. Beragam kegiatan edukasi dan perlombaan turut digelar selama festival, dengan partisipasi lebih dari 500 peserta dari Majalengka dan wilayah Ciayumajakuning.

    Puncak Syiar Ekonomi dan Keuangan Syariah FESTRA 2026 akan ditutup dengan Tabligh Akbar menghadirkan Hanan Attaki pada 6 Maret 2026.

    Dengan tingginya antusiasme masyarakat, FESTRA 2026 diharapkan mampu meningkatkan omzet UMKM, memperluas literasi ekonomi syariah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

    Berita Lainnya

    spot_img

    Related Stories