CIAYUMAJAKUNING.ID: Wali Kota Effendi Edo turun langsung meninjau progres perbaikan Jembatan Lebakngok di Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, Selasa (3/3/2026).
Peninjauan dilakukan untuk memastikan penanganan longsor akibat gerusan arus sungai berjalan sesuai rencana dan tidak semakin meluas.
Dalam kunjungan tersebut, Wali Kota didampingi jajaran Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk Cisanggarung (BBWS), serta Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Cirebon.
Upaya utama yang tengah dikebut adalah pengalihan arus sungai yang selama ini menghantam dinding tanah di sisi jalan hingga menyebabkan longsor.
“Alhamdulillah, sudah hampir 100 meter dilakukan penanggulan alur sungai untuk dialihkan ke sisi kiri. Ini langkah penting agar arus tidak lagi menghantam badan jalan yang longsor,” ujar Effendi Edo di sela-sela peninjauan.
Menurutnya, pembuatan tanggul sementara menjadi solusi cepat untuk mengurangi tekanan air terhadap konstruksi jalan. Pemerintah Kota Cirebon menargetkan dalam beberapa minggu ke depan pengerjaan pengalihan arus ini rampung, sehingga tahap perbaikan jalan dapat segera dimulai.
Untuk perbaikan badan jalan dan pembangunan sandaran, DPRKP dan DPUPR masih menunggu rampungnya proses administrasi pengadaan barang dan jasa. Pemkot berharap pekerjaan fisik bisa dimulai dalam pekan ini.
Di lokasi yang sama, Kepala BBWS Cimanuk Cisanggarung, Dwi Agus Kuncoro, menjelaskan bahwa kendala utama di lapangan adalah akses alat berat menuju titik pengerjaan.
“Alat berat sudah tiba sejak Jumat, tapi aksesnya terlalu curam. Jadi kami harus membuat jalur sendiri, diratakan dan dilandaikan, baru bisa masuk ke sungai dan melewati kolong jembatan,” jelasnya.
Skema teknis yang diterapkan meliputi penumpukan sedimen di tebing sebelah kiri untuk memperkuat struktur yang tergerus, sekaligus meluruskan arus sungai agar mengalir tepat ke kolong jembatan.
“Tujuannya agar arus lurus ke depan dan daya rusaknya lebih kecil. Pengerjaan sekitar 50 sampai 100 meter ke arah hulu. Setelah arus stabil, penguatan tebing permanen akan dilanjutkan oleh Pemkot,” tambah Dwi.
BBWS juga mengingatkan bahwa sedimentasi merupakan fenomena alamiah sungai yang berpotensi terulang dalam dua hingga lima tahun ke depan.
Karena itu, masyarakat diminta ikut menjaga akses di sekitar sungai agar alat berat dapat masuk saat diperlukan untuk pemeliharaan rutin.
Sinergi antara normalisasi sungai oleh BBWS dan perbaikan infrastruktur jalan oleh Pemerintah Kota Cirebon diharapkan menjadi solusi jangka panjang. Dengan langkah ini, keamanan akses dan mobilitas warga Lebakngok dapat kembali pulih serta risiko longsor dapat diminimalkan ke depan.



