CIAYUMAJAKUNING.ID – Dinkop UKM Kabupaten Cirebon tengah menyusun grand design pengembangan usaha berbasis informasi teknologi (IT) dan inkubasi wirausaha guna memperkuat daya saing pelaku UMKM.
Kadinkop UKM Alex Suheriyawan di kantor dinas mengatakan langkah itu guna mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan.
“Melalui penguatan tata kelola dan ekosistem bisnis,” ujarnya, Jumat (10/04).
Pertemuan ini, sambung Alex, menjadi momentum memprogres sekaligus memproyeksikan langkah-langkah strategis pengembangan UMKM.
“Khususnya melalui pemanfaatan teknologi informasi,” sambungnya.
Alex menjelaskan Kabupaten Cirebon bememiliki potensi UMKM yang besar dengan estimasi mencapai lebih dari 200 ribu pelaku usaha.
Jumlah tersebut perlu di dorong supaya memiliki sistem pengelolaan yang lebih baik dan terintegrasi.
Menurutnya, penguatan sektor UMKM tak hanya berdampak pada pertumbuhan ekonomi daerah.
Tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan negara melalui pajak serta penciptaan lapangan kerja.
Untuk itu, di perlukan pendekatan menyeluruh mulai dari pendataan, tata kelola hingga penguatan ekosistem bisnis yang berkelanjutan.
Alex menuturkan pihaknya tengah mengembangkan sistem berbasis data sebagai pintu masuk (entry point).
Ha itu di lakukan untuk pembinaan, pendampingan hingga advokasi.
Melalui data yang kuat, pihaknya bisa mendalami kebutuhan pelaku usaha.
“Termasuk akses pembiayaan dan peningkatan kapasitas agar mereka menjadi bankable,” ujarnya.
Selain itu, pihaknya juga mendorong peningkatan akuntabilitas pelaku usaha supaya mampu mengelola keuangan secara profesional.
Dalam grand design tersebut juga akan di perkuat melalui program pelatihan dan pendampingan yang terstruktur.
“Pelatihan dan pendampingan menjadi kunci karena dari situ kita bisa menghasilkan pelaku usaha yang siap bersaing dan naik kelas,” kata Alex.
Saat ini pihaknya juga tengah membentuk lembaga inkubator bisnis yang akan menjadi pusat pengembangan kewirausahaan di Kabupaten Cirebon.
Keberadaan inkubator bisnis ini masih terbatas sehingga pemkab berupaya menghadirkan model yang terintegrasi dengan berbagai pihak.
“Ke depan, inkubator bisnis ini akan bekerja sama dengan akademisi, pelaku usaha dan berbagai lembaga,” ujar Alex.
Ruang lingkup inkubasi mencakup pendataan, konsultasi bisnis, pendampingan, akses pembiayaan hingga penerapan teknologi.
“Output akhirnya adalah peningkatan omzet, aset dan lahirnya usaha-usaha baru yang berdaya saing,” katanya.
Grand design yang di susun masih bersifat dinamis dan terbuka untuk masukan dari berbagai pihak. ***



