CIAYUMAJAKUNING.ID – Pemkab Cirebon membangun perluasan kerja sama ‘Sister City‘ dengan Kota Yangjiang, Provinsi Guangdong, Cina yang di fokuskan pada pengembangan sektor pertanian dan perikanan.
Wakil Bupati Cirebon Agus Kurniawan Budiman (Jigus) mengatakan Kabupaten Cirebon dan Cina memiliki ikatan sejarah yang kuat.
Salah satunya melalui kisah Putri Ong Tien yang menjadi bagian penting dari sejarah dan budaya Cirebon.
Hal itu ia sampaikan saat menerima kunjungan Wakil Sekretaris Komite Kota Yangjiang Lei Yuchun di Setda Kabupaten Cirebon, Selasa (21/04).
Kehadiran Putri Ong Tien, lanjut Jigus, menjadi jembatan peradaban yang mempertemukan dua bangsa dalam semangat persahabatan.
“Kedua pihak telah menandatangani nota kesepahaman pembentukan kerja sama kota bersaudara pada 29 Desember 2023,” katanya.
Jigus menambahkan dalam dua tahun terakhir Kabupaten Cirebon mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang positif
Pada 2024, pertumbuhan ekonomi mencapai 5,83 persen dan menempatkan Kabupaten Cirebon tertinggi ketiga di Jawa Barat.
Pada 2025, capaian tersebut kembali meningkat menjadi 6,23 persen yang di dorong oleh sektor unggulan seperti pertanian dan perikanan.
“Pertukaran pengetahuan, teknologi dan pengalaman di bidang pertanian dan perikanan akan membawa manfaat nyata,” ujarnya.
Selain itu, Kabupaten Cirebon juga memiliki peluang besar dalam pengembangan industri, karena masuk dalam kawasan industri Rebana.
Kawasan itu di harapkan menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi berbasis industri, logistik, dan jasa yang membuka peluang investasi.
Dalam kerja sama tersebut, kedua pemerintah menyepakati empat bidang utama.
Yakni peningkatan kapasitas SDM, ekonomi-perdagangan, pariwisata-kebudayaan dan perlindungan-penelitian peninggalan budaya.
Sementara Lei Yuchun mengatakan hubungan Yangjiang dan Cirebon telah terjalin sejak ribuan tahun lalu.
Yakni melalui Jalur Sutra Maritim yang menghubungkan Laut Tiongkok Selatan dan Laut Jawa.
Penemuan koin timah ‘Qianheng Zhongbao’ dari Yangjiang di bangkai kapal Intan di Indonesia menjadi bukti sejarah hubungan kedua wilayah.
“Pertemuan hari ini bukan hanya warisan persahabatan sejarah, tetapi juga awal dari kerja sama di masa depan,” kata Lei.
Ia menjelaskan Kota Yangjiang memiliki keunggulan di sektor energi baru, industri logam, pengolahan hasil laut dan logistik pelabuhan.
Hal itu, kata Lei, di nilai dapat di sinergikan dengan sektor pertanian, perikanan, pelabuhan dan manufaktur Kabupaten Cirebon.
“Kami harap kunjungan ini menjadi titik awal baru untuk memperdalam pertukaran dan kerja sama yang semakin menghasilkan manfaat nyata,” ujarnya. ***



