spot_img
Kamis, Mei 7, 2026
More

    OJK Cirebon Bekali 500 Mahasiswa UNIKU Edukasi Keuangan

    CIAYUMAJAKUNING.IDOJK Cirebon menggelar kegiatan edukasi keuangan bertajuk ‘Cerdas Literasi Keuangan Digital, Hidup Sejahtera Menuju Indonesia Emas’ di Universitas Kuningan (UNIKU) Kabupaten Kuningan, Rabu (06/05).

    Kegiatan bertujuan memperkuat pertahanan generasi muda terhadap ancaman pinjol ilegal, judol, investasi bodong hingga kejahatan keuangan digital.

    Sebanyak 500 mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNIKU mengikuti kegiatan yang merupakan bagian dari rangkaian Bulan Literasi Keuangan (BLK) Tahun 2026.

    Kegiatan itu merupakan bagian dari program GENCARKAN (Gerakan Nasional Cerdas Keuangan) yang menghadirkan Anggota Komisi XI DPR RI Shohibul Imam.

    Hadir pula Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar, Rektor UNIKU Anna Fitri Hindriana dan perwakilan dari BRI Kuningan.

    Kepala OJK Cirebon Agus Muntholib menilai generasi muda saat ini menghadapi ancaman serius di tengah pesatnya perkembangan digitalisasi keuangan.

    Kemudahan akses teknologi sering di manfaatkan pihak tidak bertanggung jawab untuk menjerat masyarakat, khususnya mahasiswa.

    “Mahasiswa jangan sampai menjadi korban ataupun pelaku penyebaran praktik keuangan ilegal,” tuturnya.

    Oleh karenanya OJK hadir guna memastikan generasi muda memiliki pemahaman yang kuat.

    Menurut Agus, edukasi keuangan saat ini menjadi kebutuhan mendesak, bukan lagi sekadar pengetahuan tambahan.

    Generasi muda harus memiliki kemampuan mengelola keuangan, menjaga data pribadi, memahami risiko investasi hingga mampu menahan perilaku konsumtif.

    Data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Tahun 2025 menunjukkan tingkat literasi keuangan pelajar dan mahasiswa baru mencapai 40,49 persen.

    Masih jauh di bawah tingkat nasional sebesar 66,64 persen.

    Kondisi itu menjadi perhatian serius karena kelompok usia muda justru merupakan pengguna teknologi digital terbesar di Indonesia.

    Dalam kegiatan, mahasiswa mendapatkan edukasi langsung mengenai cara mengenali investasi ilegal dan bahaya judol.

    Selain itu, mereka juga di perkenalkan dengan ciri-ciri pinjol ilegal hingga tips mengelola keuangan secara sehat dan produktif.

    Peserta juga di berikan pemahaman mengenai pentingnya menggunakan produk dan layanan jasa keuangan resmi yang di awasi OJK.

    Anggota DPR RI Shohibul Imam menyampaikan penguatan literasi keuangan merupakan langkah strategis menciptakan generasi muda mandiri yang mampu menghadapi tantangan ekonomi digital.

    Menurutnya, peningkatan literasi keuangan menjadi fondasi penting menuju Indonesia Emas 2045.

    Sementara itu, Bupati Kuningan menilai OJK juga berperan besar dalam melindungi masyarakat dari ancaman kejahatan keuangan digital.

    “Edukasi seperti ini sangat penting agar generasi muda Kuningan kian bijak mengelola keuangan dan tidak mudah terjebak,” ujarnya.

    Rektor UNIKU Anna menyebut edukasi ini menjadi bekal penting supaya mahasiswa memiliki kecerdasan finansial dan kemampuan mengambil keputusan yang tepat.

    “Materi yang di sampaikan sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini,” ujarnya.

    OJK menilai mahasiswa merupakan agent of change dalam menyebarluaskan pemahaman keuangan.

    Kegiatan ini juga menjadi bagian dari implementasi Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) dalam mendorong akses keuangan yang inklusif, aman dan bertanggung jawab di Ciayumajakuning. ***

    Berita Lainnya

    spot_img

    Related Stories