spot_img
Selasa, Mei 12, 2026
More

    Cerita Petani Kopi Ciremai, Ekspor dan Devisa untuk Rupiah Kuat di World of Coffee 2026

    CIAYUMAJAKUNING.ID: Ada cerita panjang di balik setiap cangkir kopi. Tentang tanah yang dijaga, embun pagi yang menyentuh daun-daun kopi, tangan petani yang tekun merawat setiap pohon, hingga harapan dari desa yang perlahan tumbuh menuju panggung dunia.

    Dari Desa Karangsari, Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan, lahirlah Merta Coffee, kopi Arabika lereng Gunung Ciremai, Jawa Barat (Gunung Tertinggi di Jawa Barat) yang kini melangkah membawa nama Indonesia menuju ajang internasional World of Coffee Bangkok 2026 di Bangkok, Thailand pada tanggal 7-9 Mei 2026.

    Tumbuh pada ketinggian sekitar 1.000–1.200 mdpl, kopi Arabika Karangsari hidup di tanah vulkanik yang subur dan udara pegunungan yang sejuk. Alam membentuk karakter rasa: floral yang lembut, fruity yang hidup, acidity yang bersih, serta after-taste manis yang tertinggal hangat di akhir tegukan.

    Namun, sesungguhnya cita rasa terbaik kopi ini bukan hanya lahir dari alam, melainkan dari ketekunan manusia yang menjaganya.

    Di balik aroma kopi yang dinikmati dunia, terdapat semangat para petani yang tergabung dalam Koperasi Destana Mandiri Karangsari.

    Dengan luas lahan tanam sekitar 15 hektare dan potensi produksi sebesar 30 ton/tahun, mereka tidak sekadar menanam kopi, tetapi juga menanam harapan tentang masa depan desa, kesejahteraan keluarga, dan mimpi agar kopi lokal Indonesia mampu berdiri sejajar dengan origin terbaik dunia.

    Perjalanan itu tentu tidak dibangun dalam satu malam. Sejak tahun 2020, Bank Indonesia Cirebon bersama Pemerintah Kabupaten Kuningan mulai melakukan pembinaan dan pengembangan terhadap Merta Coffee serta kelompok petani Desa Karangsari.

    Kepala Perwakilan Bank Indonesia Cirebon Wihujeng Ayu Rengganis mengatakan, pendampingan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari penguatan kelembagaan koperasi, budidaya, proses hingga di hilir untuk peningkatan kualitas pascapanen.

    Penguatan kualitas biji kopi terbaik juga dilakukan melalui pelatihan roasting dan cupping specialty coffee, pengembangan branding dan kemasan, digitalisasi pemasaran, business matching, hingga fasilitasi promosi pada berbagai event nasional maupun internasional.

    “Dalam perjalanannya, Merta Coffee juga menjadi bagian dari Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) Buana Ciremai sebagai upaya menjaga identitas dan kualitas kopi Arabika kawasan Gunung Ciremai dan Cakrabuana melalui skema Indikasi Geografis,” ujarnya.

    Menurutnya, kopi bukan hanya produk dagang, tetapi warisan rasa yang membawa identitas sebuah daerah. Merta Coffee menjadi bagian dari kopi yang merepresentatifkan identitas kopi Gunung Ciremai dengan membawa cita rasa dan accidity yang khas bagi para penikmatnya.

    “Pengembangan yang dilakukan Bank Indonesia Cirebon tidak berhenti pada peningkatan kualitas produk semata. Lebih dari itu, pengembangan diarahkan untuk menciptakan ekosistem UMKM yang kuat, berdaya saing, dan siap memasuki pasar ekspor,” kata Ayu.

    Karena ketika UMKM tumbuh, maka ekonomi daerah bergerak. Ketika ekspor meningkat, devisa negara bertambah, dan Rupiah menjadi semakin kuat sebagai simbol ketahanan ekonomi bangsa.

    Berbagai capaian mulai terlihat. Pada tahun 2024 – 2026, kopi Arabika Merta Coffee memperoleh nilai cupping score rata-rata masing-masing sebesar 83,25; 83,15; dan 82,92 berdasarkan pengujian oleh 5.758 Coffee Lab sehingga masuk dalam kategori specialty coffee.

    Selanjutnya pada tahun 2025, Merta Coffee tampil pada ajang World of Coffee Jakarta 2025 melalui booth “Flavors of West Java” untuk memperkenalkan kopi unggulan Jawa Barat kepada buyer dan pelaku industri kopi dunia.

    Kini, memasuki tahun 2026, kapasitas produksi terus diperkuat sebagai bagian dari persiapan ekspor internasional. Penguatan kualitas green bean specialty, standardisasi produksi, perluasan jaringan buyer global, hingga peningkatan kapasitas roasting menjadi langkah nyata agar kopi Arabika Karangsari, MPIG Buana Ciremai mampu hadir lebih luas di pasar dunia.

    World of Coffee Bangkok 2026 bukan hanya tentang menghadirkan kopi Indonesia di meja pameran internasional. Merta Coffee memberi kita cerita tentang bagaimana sebuah desa kecil di kaki Gunung Ciremai dapat berbicara kepada dunia melalui rasa, kualitas, dan cerita.

    Karena pada akhirnya, kopi terbaik bukan hanya tentang apa yang diminum. Tetapi tentang siapa yang menanamnya, bagaimana ia diperjuangkan, dan untuk siapa harapan itu tumbuh.

    Dari lereng Gunung Ciremai, secangkir kopi membawa pesan sederhana bahwa petani dan UMKM bisa bangkit berkontribusi bagi Indonesia yang mampu melangkah lebih maju di mata dunia. “From the heart of Ciremai, brewed for the world.”

    Berita Lainnya

    spot_img

    Related Stories