CIAYUMAJAKUNING.ID – Guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui sektor ketahanan pangan dan gizi, Pemkab Majalengka meluncurkan Program B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman), Jumat (09/05).
Peluncuruan di lakukan di SDN 1 Padahanten, Kecamatan Sukahaji dan di hadiri langsung oleh Bupati Majalengka Eman Suherman.
Dalam kegiatan itu, para siswa di beri edukasi mengenai pentingnya mengonsumsi makanan sehat yang mengandung gizi seimbang.
Mulai dari karbohidrat, protein, sayur, buah hingga kebiasaan hidup bersih dan aman dalam memilih makanan.
Menurut Bupati Eman kualitas generasi masa depan di tentukan oleh pola makan dan kesehatan anak sejak dini.
Program B2SA menjadi bagian dari upaya pemda dalam menanamkan pola konsumsi sehat sejak usia dini.
Guna mencegah stunting serta menciptakan generasi yang sehat, cerdas dan berkualitas.
Ia menilai pola makan yang benar akan membentuk fisik yang kuat dan otak yang cerdas.
“Saya ingin anak-anak di Majalengka tumbuh sehat tanpa ancaman stunting. Jika fisiknya sehat, maka semangat belajarnya juga akan tinggi,” ujar Eman.
Ia juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mengawasi pola konsumsi anak-anak agar lebih sehat dan aman.
Sementara itu, Kepala DKP3PP Majalengka Gatot Sulaeman mengatakan program B2SA juga membangun kesadaran masyarakat terhadap kualitas makanan yang di konsumsi.
Melalui program ini pihaknya ingin memperkenalkan bahwa makanan sehat tidak harus mahal.
Dengan memanfaatkan pangan lokal yang ada di sekitar, masyarakat bisa menciptakan menu yang beragam, bergizi, seimbang dan aman,” ujar Gatot.
Edukasi pangan sehat harus di mulai dari lingkungan sekolah karena anak-anak merupakan kelompok usia yang sangat rentan.
Terlebih dengan pola konsumsi tidak sehat dan kebiasaan jajan sembarangan.
Pada tahun 2026, program B2SA menyasar 245 anak sekolah yang belum menerima makan bergizi gratis.
Dalam menu B2SA terdapat makanan bergizi, telur, tahu tempe,sayuran, buah-buahan, susu dan wafer.
Sementara itu, Kepala SDN 1 Padahanten Lita Zakiah berharap program tersebut mampu membentuk kebiasaan positif bagi siswa.
Menurutnya tantangan terbesar saat ini adalah kebiasaan jajan anak.
“Kami juga akan mengimbau orang tua agar membiasakan memberikan bekal bergizi kepada anak-anak,” kata Lita. ***



