CIAYUMAJAKUNING.ID: Muhammadiyah melalui program Sahabat Migran Berkemajuan Muhammadiyah (SARANMU) terus mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir di Desa Muara.
Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah menggelar pelatihan pengolahan ikan bagi kelompok masyarakat setempat agar hasil tangkapan laut memiliki nilai tambah dan mampu meningkatkan pendapatan keluarga.
Program Manager SARANMU Majelis Pemberdayaan Masyarakat Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Muhammad Fajrus Shodiq, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Desa Migran Berkemajuan, sebuah program pemberdayaan desa yang memiliki tiga pilar utama, yakni ekonomi, perlindungan hukum, dan penguatan spiritualitas masyarakat.
“Pelatihan hari ini merupakan bagian dari pilar ekonomi. Harapannya, kegiatan ini bisa memberikan dampak langsung kepada masyarakat, terutama karena Desa Muara adalah wilayah pesisir yang banyak warganya bekerja sebagai pekerja migran dan memiliki potensi perikanan yang sangat besar,” ujar Fajrus.
Menurut Fajrus, selama ini hasil tangkapan ikan umumnya hanya dijual dalam bentuk segar. Padahal, jika diolah menjadi berbagai produk makanan, ikan dapat memiliki nilai jual yang lebih tinggi dan membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.
Pelatihan ini diikuti sekitar 20 peserta yang berasal dari dua hingga tiga kelompok masyarakat. Materi yang diberikan mencakup teori tentang teknik pengolahan ikan, keamanan pangan, strategi usaha, hingga praktik langsung membuat produk olahan.
“Ikan tidak harus hanya dijual mentah atau diolah menjadi satu jenis produk saja. Bisa dibuat menjadi berbagai macam produk tanpa mengurangi kandungan gizinya,” katanya.
Namun, menurut Fajrus, produk tersebut masih membutuhkan pendampingan dari sisi kualitas, kemasan, dan pemasaran agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
Karena itu, Muhammadiyah ingin mendorong munculnya varian produk baru yang lebih beragam, seperti olahan ikan yang inovatif dan memiliki daya saing tinggi.
“Kalau hanya satu produk, perkembangan bisnisnya akan terbatas. Kami ingin masyarakat mampu menghasilkan banyak varian olahan ikan sehingga peluang pasarnya juga lebih besar,” jelasnya.
Muhammadiyah berharap Desa Muara tidak hanya memiliki satu produk unggulan, tetapi berbagai produk olahan ikan yang dapat diproduksi secara berkelanjutan.
Produk-produk tersebut nantinya diharapkan dapat dipasarkan ke berbagai lembaga pendidikan, pondok pesantren, sekolah, dan yayasan yang berada di sekitar wilayah Kabupaten Cirebon.
“Di sekitar sini banyak sekolah dan pondok pesantren. Ini bisa menjadi pasar potensial bagi produk olahan ikan masyarakat,” tutur Fajrus.
Fajrus menegaskan bahwa Muhammadiyah tidak hanya memberikan pelatihan satu kali, tetapi akan melakukan pendampingan intensif selama satu tahun penuh.
Fokus utama pada tahap awal adalah memastikan usaha benar-benar berjalan dan mampu memproduksi secara konsisten.
Setelah pilar ekonomi berjalan baik, program akan dilanjutkan ke pilar berikutnya, yaitu penguatan spiritualitas masyarakat dan perlindungan hukum, khususnya bagi keluarga pekerja migran yang kerap menghadapi persoalan hukum.
“Kami ingin usaha masyarakat terlebih dahulu berjalan. Setelah itu, baru kami masuk ke aspek spiritualitas dan perlindungan hukum,” katanya.
Melalui Program Desa Migran Berkemajuan, Muhammadiyah berharap masyarakat pesisir di Desa Muara mampu mengoptimalkan potensi lokal dan membangun usaha yang berkelanjutan.
Dengan inovasi produk olahan ikan dan pendampingan intensif, warga diharapkan tidak hanya bergantung pada hasil tangkapan laut, tetapi juga memiliki sumber pendapatan baru yang lebih stabil dan menjanjikan.



