CIAYUMAJAKUNING.ID – Komitmen JAPFA dalam mendukung upaya mitigasi perubahan iklim terus berlanjut di Cirebon melalui penguatan peran komunitas perempuan. Kali ini, Gerakan Perempuan Nusantara mengajak ibu-ibu dari Majelis Taklim Roudhatul Jannah untuk mengikuti pelatihan pengelolaan sampah organik menjadi ecoenzyme dan dimanfaatkan sebagai sabun cair organik yang diselenggarakan di Kantor Pabrik Pakan JAPFA Cirebon, Jumat (29/5/2026)
Sekitar puluhan peserta mengikuti kegiatan dengan antusias, mempelajari praktik pengolahan sisa bahan organik rumah tangga yang segar menjadi produk ramah lingkungan yang dapat dimanfaatkan sebagai pembersih alami.
“Antusiasme ibu-ibu luar biasa untuk memanfaatkan dan mengelola sisa bahan organik segar dari dapur menjadi produk ecoenzyme dan sabun cair sebagai produk turunannya. Harapannya upaya ini mendorong pengurangan sampah organik serta pemanfaatan bahan ramah lingkungan sebagai bahan pembersih,” ujar R. Artsanti Alif selaku VP Head of Social Investment JAPFA.
Artsanti menambahkan, ke depan peserta juga diharapkan dapat mengembangkan keterampilan lain seperti pembuatan sabun batang oraganik, sebagaimana yang telah dilakukan oleh anggota Bank Sampah Berkah Mulya Cirebon.
Pihaknya menjelaskan, Gerakan Perempuan Nusantara sendiri telah diinisiasi JAPFA sejak satu tahun terakhir sebagai bagian dari strategi pelibatan perempuan dalam aksi mitigasi perubahan iklim. Pendekatan yang digunakan menitikberatkan pada edukasi praktis yang dapat diterapkan langsung dari lingkungan rumah tangga.
“Dukungan terhadap program ini juga selaras dengan arahan Wali Kota Cirebon terkait pengelolaan sampah perkotaan,” ujarnya.
Dwi Priyastoko, selaku Advisor JAPFA Feed Cirebon, menegaskan bahwa kegiatan Bank Sampah Berkah Mulya dan Gerakan Perempuan Nusantara merupakan wujud konkret kontribusi JAPFA terhadap program Pemerintah Kota Cirebon.
Menurut Dwi Priyastoko, Kegiatan hari ini senada dengan permintaan Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, kepada JAPFA beberapa waktu yang lalu untuk mendukung upaya membersihkan Kota Cirebon dari sampah,” ungkap Dwi Priyastoko.
Pihaknya berharap inisiatif ini diharapkan tidak hanya berhenti pada dukungan program pemerintah, tetapi juga mampu menumbuhkan gerakan swadaya yang berkelanjutan di tingkat komunitas perempuan.
“Edukasi yang diberikan diharapkan menjadi pemantik perubahan perilaku dalam pengelolaan sampah rumah tangga,” harapnya
Salah satu peserta, Dwi Erni, mengungkapkan ketertarikannya untuk mulai mempraktikkan pembuatan ecoenzyme dan sabun cair secara mandiri.
Setelah pelatihan ini, kata Dwi Erni, saya ingin bikin ecoenzyme sendiri. Bahan bakunya banyak di sekitar tempat saya jualan ayam. Karena Manfaatnya ternyata banyak dan mudah.
“Walaupun saya terlambat karena harus jualan dulu, pelatihannya tetap mudah dipahami dan banyak praktiknya,” tambahnya.
Kegiatan pelatihan ini merupakan bagian dari inisiatif berkelanjutan Departemen Social Investment JAPFA yang berkolaborasi dengan JAPFA Cirebon. Program Gerakan Perempuan Nusantara melalui pelatihan ecoenzyme dan pembuatan sabun organik cair menjadi bagian dari strategi Green Economy JAPFA, yang mendorong pemanfaatan limbah organik menjadi produk bernilai tambah sekaligus memperkuat peran perempuan dalam aksi nyata menghadapi perubahan iklim di tingkat komunitas.



