CIAYUMAJAKUNING.ID – Setkab RI melakukan monitoring program Desa Siapsiaga yang di gagas BNPT di Desa Orimalang, Kecamatan Jamblang, Kabupaten Cirebon, Kamis (21/05),
Program ini bertujuan guna memastikan kesiapsiagaan masyarakat desa terhadap paham radikal ekstremisme melalui pemberdayaan ekonomi.
Salah satu fokus program ialah pengembangan budi daya ikan lele sistem bioflok sebagai upaya meningkatkan ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat daya tahan sosial warga.
Kepala DKPP Kabupaten Cirebon Sudiharjo menegaskan bantuan budi daya lele juga harus di barengi pembinaan teknis supaya hasilnya optimal.
“Ikan lele itu gampang-gampang susah. Kadang saat cuaca panas lalu turun hujan, banyak yang mati. Karena itu, perlu pendampingan teknis agar budi daya bisa berhasil,” ujarnya.
Sudiharjo menambahkan pihaknya akan menurunkan penyuluh perikanan di Kecamatan Jamblang guna mendampingi masyarakat dalam pemeliharaan ikan lele, mulai dari pengelolaan kolam bioflok hingga efisiensi pakan.
Ia menilai program pemberdayaan ekonomi seperti ini dapat membantu menopang perekonomian warga desa.
Selain itu, hasil budi daya juga berpotensi di sinergikan dengan program pemda lain termasuk pemanfaatan hasil panen untuk kebutuhan pangan masyarakat.
Sementara itu, Kuwu Orimalang Rudiyanto mengaku selama ini pemerintah desa aktif melakukan sosialisasi pencegahan radikalisme kepada warga sejak mengikuti bimbingan teknis BNPT pada 2024.
Ia juga mengatakan bantuan budi daya lele yang di berikan BNPT kepada delapan desa di Kecamatan Jamblang telah memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Desa Orimalang sendiri sempat berhasil memanen hingga enam kuintal lele dari 12 ribu benih pada panen pertama.
Namun, ia mengakui budi daya lele masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama cuaca ekstrem dan kualitas benih ikan.
“Sekarang kami mencoba mengembangkan ikan nila bangkok. Mudah-mudahan hasilnya lebih baik dan bisa menopang ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, Desa Orimalang juga mulai mengembangkan kolaborasi dengan dapur desa melalui dukungan Smesco yang di sebut telah menjangkau sekitar 1.200 penerima manfaat.
Rudiyanto juga menilai pendekatan pemberdayaan ekonomi dan sosial mampu membantu membangun kembali kepercayaan masyarakat serta mencegah munculnya paham radikal di lingkungan desa.
Kasubdit Kesiapsiagaan dan Pengendalian Krisis BNPT Indra Gunawan menjelaskan program di rancang guna meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap potensi ancaman radikalisme dan membangun ketahanan sosial.
Menurutnya, terdapat tiga komponen utama dalam program tersebut yakni peningkatan kesadaran masyarakat, pemberdayaan ekonomi, penanaman nasionalisme dan wawasan kebangsaan.
“Tujuan akhirnya adalah muncul daya tahan dan daya tangkal masyarakat terhadap potensi ancaman radikal teror,” ujar Indra.
Pemberdayaan ekonomi menjadi bagian penting dalam program, karena faktor ekonomi kerap menjadi salah satu kerentanan masyarakat terhadap paparan paham radikal.
BNPT, lanjutnya, telah membentuk 108 Desa Siapsiaga di Pulau Jawa dan Lampung, termasuk Kecamatan Jamblang.
“Kami berupaya melakukan pendampingan agar program pemberdayaan ekonomi ini bisa berkelanjutan dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkas Indra. ***



