spot_img
Rabu, Juni 17, 2026
More

    Hari Jadi Cirebon ke-599, Wali Kota Cirebon: Perkuat Kebersamaan

    CIAYUMAJAKUNING.ID – Melalui Upacara Peringatan Hari Jadi Cirebon ke-599 yang di gelar di Alun-alun Kejaksan, Selasa (16/06), Wali Kota Cirebon Effendi Edo mengajak seluruh pihak untuk memperkuat kebersamaan dalam membangun Kota Cirebon yang maju, sejahtera dan berkelanjutan.

    Memasuki usia ke-599 tahun, Kota Cirebon menegaskan komitmen untuk terus bergerak maju menghadapi berbagai tantangan zaman. Dalam amanatnya, Edo menegaskan usia hampir enam abad merupakan refleksi dari ketahanan sosial, kekayaan budaya dan kemampuan masyarakat Cirebon untuk terus beradaptasi dan berkembang.

    “Hari ini, Cirebon menapaki usia 599 tahun. Sebuah angka yang bukan sekadar deret waktu, melainkan akumulasi dari ketahanan sosial, dinamika budaya dan sejarah panjang peradaban,” ujarnya.

    Edo menyadari memasuki tahun kedua ia menjabat sebagai Wali Kota Cirebon, dalam pembangunan kota di butuhkan sinergi yang kuat dari seluruh elemen masyarakat.

    Karena itu, tema Hari Jadi Cirebon ke-599, “Manunggal Winangun Caruban” di pilih sebagai arah gerak pembangunan kota.

    Tema tersebut mengandung makna persatuan dalam membangun sekaligus merefleksikan identitas Cirebon sebagai kota yang sejak dahulu menjadi ruang pertemuan berbagai budaya.

    Menurutnya, nilai Caruban yang melekat dalam sejarah Kota Cirebon merupakan modal sosial yang sangat berharga.

    Perpaduan budaya Jawa, Sunda, Arab, Tionghoa dan budaya pesisir telah membentuk karakter masyarakat yang terbuka, inklusif dan mampu hidup berdampingan dalam keberagaman.

    Manunggal menuntut persatuan, Winangun berarti membangun, dan Caruban adalah identitas asli kita sebagai kota yang lahir dari peleburan berbagai unsur budaya.

    “Dalam tata kelola pemerintahan hari ini, Manunggal Winangun Caruban bermakna kolaborasi mutlak,” tegas Edo.

    Ia menambahkan, pembangunan Kota Cirebon hanya dapat berhasil apabila seluruh komponen bergerak dalam satu tujuan yang sama.

    “Tidak boleh ada ego sektoral. Semua harus menjadi bagian dari mesin penggerak pembangunan,” kata Edo.

    Semangat kolaborasi tersebut telah menghasilkan berbagai capaian penting yang berhasil di raih Kota Cirebon sepanjang tahun 2026.

    Salah satunya yakni keberhasilan Kota Cirebon meraih Penghargaan Terbaik Pertama Kategori Pengendalian Inflasi Daerah Tingkat Kota se-Jawa dan Bali dari Kemendagri.

    Prestasi ini menunjukkan keberhasilan pemda dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok serta melindungi daya beli masyarakat di tengah tantangan ekonomi yang dinamis.

    Selain itu, Pemkot Cirebon juga kembali menerima Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK Jabar untuk yang ke-10 kalinya secara berturut-turut.

    Capaian tersebut menjadi bukti konsistensi pemerintah dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah selama satu dekade terakhir.

    Kota Cirebon juga memperoleh Penghargaan Capaian Rumah Data Kependudukan Paripurna di atas 100 persen dari BKKBN Jabar.

    Penghargaan ini memperkuat fondasi pembangunan berbasis data sehingga berbagai program pemerintah dapat di susun secara lebih tepat sasaran dan efektif.

    Sementara itu, di sektor kesehatan, Pemkot Cirebon menerima Universal Health Coverage (UHC) Awards 2026 dari Kementerian Kesehatan dan BPJS Kesehatan RI.

    Penghargaan tersebut menjadi bukti akses layanan kesehatan bagi masyarakat terus di perluas dan semakin merata melalui kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional yang telah melampaui standar nasional.

    Keberhasilan pengendalian inflasi, tata kelola pemerintahan yang akuntabel, penyediaan data kependudukan yang akurat hingga perlindungan kesehatan masyarakat merupakan hasil kerja kolektif seluruh elemen Kota Cirebon.

    “Deretan capaian tersebut adalah produk dari Manunggal Winangun Caruban. Inflasi tidak bisa di tekan tanpa kerja sama pedagang pasar, Satgas Pangan dan TPID. WTP tidak bisa di raih tanpa pengawasan DPRD. Pendataan tidak akan tuntas tanpa partisipasi aktif warga,” ungkapnya.

    Menjelang usia 600 tahun, Edo mengingatkan tantangan pembangunan akan semakin kompleks.

    Mulai dari penataan ruang kota, penciptaan lapangan kerja, penyediaan fasilitas publik yang berkeadilan hingga peningkatan kualitas lingkungan hidup membutuhkan respons yang cepat, inovatif dan terukur.

    Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat menjadikan berbagai prestasi yang telah di raih sebagai pijakan untuk melangkah lebih jauh.

    “Mari kita buktikan peleburan budaya yang menjadi akar sejarah Caruban telah bertransformasi menjadi peleburan gagasan dan tindakan untuk membangun Kota Cirebon,” tutup Edo. ***

    Berita Lainnya

    spot_img

    Related Stories