CIAYUMAJAKUNING.ID – Menindaklanjuti pertemuan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dengan Pemerintah Timor-Leste Juni 2026, anggota DPR RI Rokhmin Dahuri menyambangi Kantor Wakil Perdana Menteri (PM) Timor Leste di Dili, Senin (06/10).
Rokhmin yang juga Guru Besar Ekonomi Kelautan IPB University melakukan pertemuan bilateral dengan menemui Wakil PM Timor Leste Francisco Kalbuadi Lay.
Francisco Kalbuadi Lay sendiri merangkap sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian serta Menteri Pariwisata dan Lingkungan Hidup Timor-Leste.
Sebelumnya kedua belah pihak telah menyepakati komitmen untuk memperkuat kerja sama di sektor kelautan dan perikanan sebagai pilar pembangunan Timor Leste.
Pertemuan berlangsung selama lebih dari satu jam dengan membahas potensi, tantangan, dan arah strategis pembangunan kelautan dan perikanan Timor Leste.
Menurut Rokhmin Timor Leste memiliki modal alam yang luar biasa dengan garis pantai sepanjang lebih dari 700 km.
Selain itu, Timor Leste juga berada di jantung Segitiga Terumbu Karang Dunia (Coral Triangle) sehingga memiliki kekayaan biodiversitas laut yang termasuk tertinggi di dunia.
Ia menilai Timor Leste berpotensi menjadi kekuatan Ekonomi Biru.
Namun, potret di lapangan menunjukkan masih ada kesenjangan.
“Produktivitas nelayan masih rendah karena armada dan alat tangkap tradisional, budidaya laut belum berkembang, infrastruktur rantai dingin (cold chain) terbatas dan ekowisata bahari belum di kelola secara profesional dan berkelanjutan,” jelas Rokhmin.
Menanggapi hal itu, Wakil PM Lay berharap supaya Indonesia dapat berbagi pengalaman dan best practices dalam tata kelola sektor kelautan dan perikanan yang telah terbukti berhasil.
Rokhmin di jadwalkan akan melakukan kunjungan ke Pulau Atauro yang berada 25 KM di utara Dili.
Pulau itu di pilih sebagai lokasi percontohan karena memiliki ekosistem terumbu karang yang masih sangat terjaga dan menjadi model ekowisata berbasis masyarakat.
“Saya ingin melihat, mendengar dan merasakan langsung kondisi lingkungan, kondisi sosial-budaya dan denyut ekonomi masyarakat pesisir,” ujar Menteri Kelautan dan Perikanan RI 2001 – 2004 tersebut.
Menurut Rokhmin, roadmap yang di susun harus berbasis pada data lapangan dan kearifan lokal masyarakat Atauro dan Timor Leste secara umum.
Dari hasil observasi lapangan tersebut di jadikan basis utama penyusunan roadmap Pengembangan Kelautan dan Perikanan Timor Leste yang komprehensif meliputi 4 pilar:
1. Perikanan tangkap berkelanjutan
2. Marikultur (budidaya laut)
3. Ekowisata bahari, dan
4. Industri pengolahan dan pemasaran hasil laut
Kedua belah pihak pun berkomitmen untuk terus mengawal penyusunan roadmap tersebut hingga dapat di implementasikan bagi kesejahteraan masyarakat pesisir TimorLeste.
Bagi Rokhmin, pertemuan ini juga menegaskan peran aktif PDIP dalam menjalankan diplomasi partai (party diplomacy) guna memperkuat hubungan kerja sama antara Indonesia dan Timor Leste.
“Penugasan ini adalah wujud dari politik luar negeri yang berlandaskan pada semangat gotong royong dan solidaritas antarbangsa,” ujarnya. ***








