CIAYUMAJAKUNING.ID – Berdasarkan hasil rapat, Selasa (29/09), di Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) bersama Mendagri, Sekda Jabar dan Bupati Purwakarta, rencana launching program gentengisasi di Kabupaten Majalengka di jadwalkan berlangsung 8 November mendatang.
Guna mendukung pelaksanaan program, sebanyak 2,4 juta buah genteng di siapkan untuk di distribusikan dengan dukungan sekitar 600 armada truk.
Menurut Bupati Majalengka Eman Suherman program gentengisasi berdampak ekonomi yang cukup besar karena tak hanya berkaitan dengan penyediaan material pembangunan rumah, tetapi juga menggerakkan roda perekonomian masyarakat di tingkat bawah.
“Ini merupakan peluang besar bagi para pengrajin genteng di Majalengka. Industri genteng kita harus bangkit kembali, karena di dalamnya ada banyak tenaga kerja dan keluarga yang menggantungkan penghasilan,” ujarnya, Rabu (30/09).
Kebutuhan program secara keseluruhan di perkirakan mencapai sekitar 3 juta genteng dengan bertahap menyesuaikan kemampuan produksi para pengrajin lokal.
Saat ini kapasitas produksi genteng di Majalengka berada di kisaran 500 ribu buah per minggu.
Dengan kapasitas tersebut, para perajin di nilai mampu menjadi bagian penting dalam mendukung kebutuhan material perumahan nasional, termasuk program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).
“Yang penting kualitasnya terjaga dan pengrajin lokal bisa mendapatkan manfaat dari program ini,” sambung Eman.
Selain itu, Pemkab Majalengka juga mendorong peningkatan kualitas produk genteng agar mampu memenuhi standa pemerintah.
Saat ini, sebanyak 35 pengusaha genteng di Majalengka telah mengantongi sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI) setelah melalui proses pengujian.
“Dengan adanya SNI, produk genteng Majalengka memiliki standar yang jelas dan di harapkan semakin di percaya untuk memenuhi kebutuhan pembangunan perumahan,” jelasnya.
Bupati Eman juga meminta supaya para pengusaha genteng atau jebor tetap memperhatikan kepentingan masyarakat.
“Kalau demand-nya meningkat, tentu secara ekonomi ada dinamika harga. Tetapi saya berharap para pengusaha tetap proporsional,” harapnya.
Eman juga mengingatkan agar terdapat perbedaan skema harga antara kebutuhan proyek dalam jumlah besar dengan pembelian masyarakat umum.
“Untuk proyek besar kan ada biaya operasional, pengiriman dan masa tunggu. Tetapi untuk masyarakat umum juga harus di perhatikan agar tetap mendapatkan harga yang wajar,” ujarnya.
Dengan adanya program gentengisasi, aktivitas produksi mulai kembali meningkat.
Sejumlah jebor yang sebelumnya mengurangi produksi bahkan berhenti beroperasi, mulai kembali menggeliat.
Bupati Eman berharap kebangkitan industri tersebut dapat berlangsung secara berkelanjutan dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. ***









