CIAYUMAJAKUNING.ID – Langit Kota Cirebon yang selama ini terhalang semrawutnya kabel bakal segera berubah menyusul rencana Pemkot Cirebon menata ulang utilitas kabel yang selama ini merusak estetika dan kenyamanan ruang publik.
Menindaklanjuti hal tersebut, Wali Kota Cirebon Effendi Edo bersama Pj Sekda Sumanto meninjau lokasi awal yakni dan di sepanjang Jalan Kartini.
Area ini di pilih sebagai salah satu titik prioritas karena merupakan jantung aktivitas masyarakat dan wajah utama kota.
Edo mengatakan kondisi kabel yang melintang tidak beraturan saat ini sudah mencapai tahap yang cukup mengkhawatirkan secara visual.
Dari hasil cek di lapangan, di temukan satu tiang penyangga menampung 15 hingga 20 kabel dari berbagai provider berbeda.
Tentu saja kondisi ini menciptakan kesan kumuh di tengah kota.
“Solusinya, kita akan coba pindahkan semuanya ke sistem kabel bawah tanah atau ducting,” ujarnya saat memantau kondisi di Jalan Kartini, Senin (19/01).
Setidaknya ada 15-17 ruas jalan strategis dengan total panjang mencapai 15 kilometer yang masuk dalam target penataan.
Proses di awali dengan merapikan kabel fiber optik dan berkoordinasi dengan PLN, PGN hingga PDAM supaya jalur utilitas lebih terintegrasi.
“Saya ingin kabel-kabel yang melintang itu di benahi menjadi satu jalur saja, saat ini kami sedang dalam tahap proses administrasi dan teknis,” ungkap Edo.
Pihaknya juga berkolaborasi dengan Apjatel (Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi) dan pihak swasta lainnya guna pelaksanaan di lapangan.
Menyadari proyek ini akan berdampak pada mobilitas warga, Edo lalu memohon maaf dan dukungan penuh dari seluruh lapisan masyarakat.
“Ini semua kami lakukan semata-mata untuk pendataan dan penataan kabel agar Kota Cirebon jauh lebih rapi dan cantik,” tutur Edo.
Sementara itu, Kepala DPUTR Kota Cirebon Rachman Hidayat menjelaskan penataan akan menyasar jalan-jalan protokol seperti Kartini, Siliwangi hingga Tuparev.
Pihaknya akan membuat semacam gorong-gorong khusus atau ducting di bawah tanah yang penempatannya akan menyesuaikan kondisi lapangan.
“Bisa di bawah badan jalan atau trotoar, tergantung letak jaringan gas atau pipa PDAM yang sudah ada,” terang Rachman.
DPITR berharap minimal 10 kilometer pertama bisa segera di eksekusi.
“Dan tahun ini sudah harus ada aksi nyata di lapangan,” tegasnya. ***


