Pemkab Kuningan Teken MoU Aset Daerah di Awirarangan

3 Min Read

CIAYUMAJAKUNING.ID – Guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui optimalisasi aset lahan milik daerah, Pemkab Kuningan melakukan perjanjian kerja sama dengan PT Rumah Tani Nusantara di lokasi lahan, Kelurahan Awirarangan, Jumat (30/01).

Perjanjian yang sekaligus mendukung ketahanan pangan itu di tandatangani Sekda Kuningan Uu Kusmana dengan Direktur PT Rumah Tani Nusantara Bahtiar.

Di saksikan Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar Kepala BPKAD Deden Kurniawan dan Kadiskantan Wahyu Hidayah.

Bupati Kuningan mengatakan kerja sama ini merupakan dari perubahan pola pikir birokrasi supaya lebih inovatif dan berorientasi hasil.

Perjanjian ini, katanya, membuktikan jika pertanian bisa di kelola secara profesional.

“Sosok Pak Bahtiar ini contoh nyata, entrepreneur muda yang fokus di sektor pertanian, asli pituin Kuningan” ujar Bupati.

Dalam kerja sama tersebut, lahan yang di optimalkan mencakup 11,5 hektar sawah dan 5,8 hektar perkebunan.

Bupati berpesan supaya pemanfaatan lahan benar-benar sesuai peruntukannya. “Jangan sampai beralih untuk hotel atau lainnya,” pintanya.

Bupati juga menyampaikan jika kondisi keuangan daerah membaik dan Pemkab Kuningan mulai melewati fase berat tekanan fiskal.

“Insyaallah masalah gagal bayar selesai, utang di lunasi dan kita mulai menata kesejahteraan ASN serta program kemasyarakatan lebih baik,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala BPKAD Kuningan Deden Kurniawan melaporkan kerja sama ini lahir dari semangat meningkatkan PAD.

Kerja sama ini memanfaatkan tanah hak pakai milik pemda berupa tanah sawah dan tanah kebun yang tersebar di 7 kelurahan dan dua desa.

Yaitu Kelurahan Awirarangan, Cijoho, Ciporang, Winduhaji, Citangtu, Cigadung, Cipari, serta Desa Ancaran dan Desa Kawahmanuk.

“Total lahan yang di kerjasamakan meliputi lahan sawah seluas kurang lebih 11,5 hektare dan kebun seluas kurang lebih 5,8 hektare,” sebutnya.

Deden menjelaskan pemanfaatan di lakukan dengan sistem sewa selama tiga tahun dengan nilai sewa sebesar Rp160.032.250,00 per tahun.

Sementara itu, Direktur PT Rumah Tani Nusantara Bahtiar menjelaskan tahap awal pengelolaan lahan akan di fokuskan untuk menanam padi dan jagung.

Hal ini sebagai fondasi sebelum masuk ke komoditas hortikultura seperti cabai yang juga mendukung pengendalian inflasi daerah.

Ia mengungkapkan lahan sekitar 17 hektar yang di kerjasamakan akan menyerap tenaga kerja cukup besar.

“Satu hektare itu kurang lebih melibatkan 3-4 orang. Jadi, untuk lahan 17 hektare ini, kurang lebih 40-50 orang akan terlibat,” jelas Bahtiar.

Petani yang terlibat akan dikembangkan menjadi tenaga kerja profesional dengan gaji di atas UMK.

Ia menambahkan, kerja sama ini merupakan tahap awal dan masih terbuka peluang untuk mengoptimalkan lahan-lahan idle lainnya.

Selain itu, PT Rumah Tani Nusantara juga berencana memasukkan teknologi pertanian modern, termasuk teknologi presisi berbasis AI.

“Pertanian itu tidak hanya harus di sawah, tetapi bisa di kontrol dari jarak jauh melalui pengukuran-pengukuran yang presisi,” jelas Bahtiar. ***

Share This Article