CIAYUMAJAKUNING.ID: Tantangan berat dihadapi pemerintah Desa Panunggul Kecamatan Gegesik Kabupaten Cirebon imbas kebijakan efisiensi.
Kepala Desa Panunggul, Taryono mengungkapkan pemerintahnya menghadapi tantangan berat imbas program prioritas pemerintah yakni Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Merah Putih (KMP).
“Jika sebelumnya Desa Panunggul menerima anggaran sekitar Rp800 juta, kini jumlahnya menyusut drastis menjadi Rp328 juta,” ujar Taryono saat mengikuti reses anggota DPRD Jawa Barat, Senin (23/2/2026).
Taryono mengungkapkan, kondisi tersebut memengaruhi perencanaan pembangunan di tingkat desa. Meski demikian, ia bersyukur aspirasi masyarakat tetap mendapat perhatian dan respons dari pemerintah daerah.
“Alhamdulillah, usulan dari Desa Panunggul sudah direspons dan masuk dalam Pokok Pikiran (Pokir). Masyarakat memang ingin pembangunan yang nyata dan bisa dirasakan langsung,” ujar Taryono.
Salah satu usulan yang berhasil masuk dalam Pokir adalah kegiatan rabat beton di salah satu dusun di Desa Panunggul. Ia berharap, program ini diharapkan mampu meningkatkan akses jalan lingkungan sehingga warga dapat beraktivitas dengan lebih aman dan nyaman.
Anggota DPRD Jawa Barat, Diah Fitri Maryani, menegaskan bahwa aspirasi masyarakat Desa Panunggul telah melalui proses yang tidak mudah sebelum akhirnya masuk dalam sistem perencanaan.
“Kalau dilihat dari SIPD desa Panunggul dapat sekitar Rp 280 jutaan,” ujarnya.
Diah mengaku tidak hanya MBG dan KMP, program infrastruktur yang sedang difokuskan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berdampak kepada masyarakat.
Ia mengatakan sebelumnya sempat mengawal program dana hibah kepada salah satu karang taruna di Jawa Barat. Namun, belakangan dana tersebut dihapus atas dasar kebijakan Gubernur Jawa Barat.
Namun demikian, Diah menyatakan komitmennya untuk terus mengawal program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat, termasuk infrastruktur desa.
“Program rabat beton di seluruh dusun ini menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah desa dan DPRD Jawa Barat dalam menarik dan memperjuangkan aspirasi masyarakat. Diharapkan, kerja sama tersebut dapat terus terjalin agar program pembangunan di Desa Panunggul berjalan berkelanjutan meski di tengah keterbatasan anggaran,” harap Diah.



