spot_img
Rabu, Mei 20, 2026
More

    Jelang Idul Adha, Pemkot Cirebon dan Bank Indonesia Pastikan Harga Pangan Tetap Stabil

    CIAYUMAJAKUNING.ID: Menjelang Hari Raya Idul Adha 2026, Pemerintah Kota Cirebon bersama Bank Indonesia memastikan ketersediaan bahan pangan strategis dalam kondisi aman dan harga kebutuhan pokok tetap terkendali.

    Komitmen tersebut ditegaskan dalam High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kota Cirebon yang digelar di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Cirebon, Selasa (19/5/2026).

    Pertemuan yang dipimpin Sekretaris Daerah Kota Cirebon Iing Daiman itu menjadi forum penting untuk menyatukan langkah pemerintah, otoritas keuangan, pelaku usaha, dan berbagai pemangku kepentingan dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah.

    Selain dihadiri jajaran Pemerintah Kota Cirebon, kegiatan ini juga diikuti Ketua DPRD Kota Cirebon, Otoritas Jasa Keuangan, Perum Bulog, Badan Pusat Statistik, unsur Forkopimda, perbankan, BUMD, serta stakeholder strategis lainnya.

    Iing Daiman menegaskan bahwa pengendalian inflasi merupakan upaya bersama untuk melindungi daya beli masyarakat.

    “Menjelang Idul Adha, kami memastikan stok pangan aman dan distribusi berjalan lancar. Yang paling penting adalah masyarakat tetap bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau,” ujar Iing Daiman.

    Ia menambahkan, Pemerintah Kota Cirebon akan terus memperkuat strategi 4K, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.

    “Pengendalian inflasi bukan hanya soal angka, tetapi bagaimana masyarakat merasakan langsung stabilitas harga dan kepastian pasokan,” katanya.

    Kepala Perwakilan Bank Indonesia Cirebon, Wihujeng Ayu Rengganis, menegaskan bahwa stabilitas harga pangan dan percepatan digitalisasi daerah merupakan dua agenda yang saling melengkapi.

    “Sinergi TPID dan TP2DD sangat penting untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah. Kami ingin memastikan inflasi terkendali sekaligus mendorong tata kelola keuangan daerah yang semakin efisien dan transparan,” ujarnya.

    Menurut Wihujeng, Bank Indonesia akan terus mendukung berbagai program strategis, mulai dari penguatan ketahanan pangan hingga perluasan penggunaan pembayaran digital dalam layanan publik.

    Dalam rapat tersebut, TPID Kota Cirebon menyepakati sejumlah langkah konkret untuk mengantisipasi potensi kenaikan harga menjelang Idul Adha, antara lain:

    Pemantauan harga dan pasokan pangan secara intensif, Operasi pasar dan pasar murah yang lebih tepat sasaran, Gerakan Pangan Murah (GPM) Keliling, Penguatan Kerja Sama Antar Daerah (KAD), Edukasi masyarakat agar berbelanja secara bijak

    Pemerintah juga memastikan bahwa stok komoditas utama seperti beras, cabai, bawang, gula, dan minyak goreng dalam kondisi mencukupi.

    Empat fokus utama yang akan diperkuat meliputi kelembagaan, penyusunan roadmap baru, optimalisasi digitalisasi PAD, serta sinergi pendanaan program.

    Digitalisasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah.

    Bank Indonesia bersama Pemerintah Kota Cirebon dan seluruh anggota TPID dan TP2DD sepakat untuk terus memperkuat koordinasi agar inflasi tetap berada dalam sasaran yang ditetapkan.

    Dengan pasokan pangan yang aman, harga yang stabil, dan digitalisasi yang semakin luas, Kota Cirebon optimistis dapat menjaga pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

    Berita Lainnya

    spot_img

    Related Stories