CIAYUMAJAKUNING.ID – Wakil Bupati Cirebon Agus Kurniawan Budiman (Jigus) mengapresiasi Pemdes Ciawigajah, Kecamatan Beber dalam mengubah persoalan sampah menjadi sumber manfaat bagi masyarakat.
Hal itu ia sampaikan saat meninjau Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) Berkah di Desa Ciawigajah, Rabu (03/06).
Dalam kunjungan, Jigus di dampingi Kepala DLH Kabupaten Cirebon Dede Sudiono dan Camat Beber Hevazi Aldahary.
Peninjauan di lakukan guna melihat langsung sistem pengelolaan sampah yang di terapkan TPS tersebut.
Ia menilai fasilitas tersebut telah berhasil mengelola sampah secara optimal sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.
“Ini merupakan contoh nyata pengelolaan lingkungan yang sejalan dengan peningkatan kesejahteraan warga melalui ekonomi sirkular,” ucap Jigus.
Keberhasilan TPS Ciawigajah tersebut tak terlepas dari dukungan manajemen yang baik dan kolaborasi berbagai pihak.
TPS Ciawigajah berhasil mengelola hingga 12 ton sampah per hari tanpa residu.
Serta menyerap tenaga kerja lokal dengan upah sesuai UMR Kabupaten Cirebon.
“Layak menjadi percontohan bagi desa-desa lain,” tambahnya.
Sementara itu, Kuwu Ciawigajah Nunung Nurhadi mengatakan pengelolaan sampah yang di lakukan bertujuan mengubah cara pandang masyarakat terhadap sampah.
“Selama ini masyarakat menganggap sampah sebagai masalah. Namun bagi kami, sampah adalah berkah,” ujarnya.
“karena memiliki banyak manfaat dan mampu membantu meningkatkan taraf hidup masyarakat,” sambung Nurhadi.
TPS Ciawigajah menerapkan sistem pengelolaan zero waste tanpa meninggalkan residu.
“Selain itu, kami mempekerjakan 30 karyawan dengan penggajian yang di sesuaikan dengan UMR Kabupaten Cirebon,” tambahnya.
Dalam proses pengolahannya, sampah di pilah menggunakan mesin yang menghasilkan pupuk organik dan bahan nonorganik bernilai ekonomis.
“Untuk hasil olahannya, kami telah menjalin kerja sama dengan Indocement dan PLTU Cirebon Power,” jelas Nurhadi.
TPS tersebut juga menerima sampah dari wilayah lain dengan kapasitas pengolahan mencapai 12 ton per hari.
“Sampah yang di kelola tidak hanya berasal dari Ciawigajah, tetapi juga dari wilayah lain, termasuk Kabupaten Kuningan,” pungkasnya. ***



