CIAYUMAJAKUNING.ID – Dalam rangka Hari Jadi Cirebon ke-599, Malam Pentas Seni di Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon di warnai dengan Festival Serabi, Sabtu (20/06).
Aroma serabi yang di panggang di atas tungku tanah liat menyeruak berpadu dengan semarak pertunjukan seni.
Festival Serabi menjadi yang pertama di gelar di Kota Cirebon yang merupakan inisiatif dari Kecamatan Kesambi untuk mengangkat salah satu kuliner tradisional tersebut.
Sebanyak 20 pelaku UMKM serabi turut ambil bagian menyajikan cita rasa khas dan menjadi bagian dari identitas masyarakat Cirebon.
Menurut Wali Kota Cirebon Effendi Edo serabi merupakan warisan budaya yang harus terus di jaga keberadaannya.
“Di balik proses pembuatannya tersimpan nilai-nilai kesabaran, ketekunan, kebersamaan dan semangat menjaga tradisi,” ujarnya.
Edo menambahkan kuliner tradisional memiliki peran penting sebagai identitas daerah sekaligus penggerak ekonomi masyarakat.
“Produk lokal yang terus di kembangkan akan menjadi kekuatan daerah dalam mendorong UMKM agar semakin maju, berdaya saing dan mampu menjadi daya tarik wisata Kota Cirebon,” tuturnya.
Wali Kota Edo juga mengapresiasi langkah Kesambi yang memilih Festival Serabi sebagai konsep utama peringatan Hari Jadi Cirebon ke-599 di tingkat kecamatan.

Selain itu, Kecamatan Kesambi di nilai memiliki potensi seni budaya yang sangat besar.
Terbukti dengan berbagai penampilan yang tersaji memperlihatkan kreativitas generasi muda.
“Tak hanya menampilkan tarian tradisional, tetapi juga mampu memadukannya dengan unsur kontemporer dan modern,” ungkapnya.
Camat Kesambi Eko Budiyanto menjelaskan di pilihnya serabi sebagai ikon festival.
Karena makanan tradisional itu menyimpan filosofi kehidupan yang sangat dekat dengan nilai-nilai masyarakat Cirebon.
“Serabi menjadi simbol kebersamaan karena sejak dahulu di sajikan dalam berbagai acara syukuran dan di nikmati bersama-sama. Filosofi itulah yang ingin kami angkat melalui festival ini,” jelasnya.
Melalui Festival Serabi, kuliner tradisional di harapkan tak hanya lestari tapi juga kian di kenal sebagai bagian dari identitas daerah.
“Tentunya juga mampu memperkuat sektor pariwisata, menggerakkan UMKM sekaligus menumbuhkan kebanggaan masyarakat terhadap warisan budaya lokal,” pungkas Eko. ***



