Connect with us

Ekbis

LPK Marikangen Mandiri Secara Perdana Memberangkatkan Siswanya Ke Jepang

Published

on

CIREBON, – Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Marikangen Mandiri yang berada di Desa Marikangen, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon untuk pertama kalinya mengirimkan siswanya sebanyak empat orang untuk bekerja di Jepang sebagai perawat.

Ketua LPK Marikangen Mandiri, Asep Adam Sujai menjelaskan sejak berdiri pada 3 Juli 2019 menjadikan satu-satunya LPK yang sudah mendapatkan Sending Organization (SO) sebagai syarat untuk memberangkatkan tenaga kerja ke luar negeri dalam waktu yang sangat singkat yakni tiga bulan semenjak diajukan.

“Kita menjadi LPK pertama yang bisa dapatkan SO dalam kurun waktu tiga bulan dari kementerian,” jelasnya saat dijumpai di lokasi acara, Senin (17/2/2020).

Dirinya memastikan bila LPK yang masih terhitung baru berdiri ini telah memiliki izin hingga pemerintah pusat sehingga tidak perlu di khawatirkan lagi.

“Alhamdulillah kita udah punya izin yang lengkap ditambah sudah ada MOu dengan rumah sakit di Jepang sejak bulan desember yang lalu,” tuturnya.

Advertisement

Selain bidang perawat, LPK ini pun telah melebarkan sayapnya karena pada tahun ini berhasil menambah sektor lapangan pekerjaan di Jepang yakni pengolahan makanan, pertanian, perhotelan dan pengelasan.

“Kali ini memberangkatkan 4 orang yang dulunya sempat di Jepang, dipastikan gratis dalam pemberangkatannya karena biayanya di berikan oleh perusahaan dari Jepang,” bebernya.

LPK Marikangen Mandiri, sejauh ini memiliki siswa sebanyak 36 orang yang didominasi oleh siswa yang berasal dari Indramayu, Subang dan Medan. Asep mengatakan, selama enam bulan siswa didiknya oleh empat tenaga pengajar bahasa jepang yang dibagi sebanyak tiga kelas.

“Untuk gelombang kedua dalam pemberangkatan untuk 36 orang ini, nanti tanggal 4 Maret ada ujian bahasa dan 8 Maret ada ujian bagi calon perawat kemudian di tanggal 13 maret pihak dari perusahaan di Jepang akan melakukan interview kepada siswa kami setelah dinyatakan lulus dari ujian,” jelasnya.

Kemudian dikatakan Asep, penentuan visa magang maupun kerja bagi siswa nantinya akan ditentukan oleh pihak perusahaan sesuai dari hasil penilaian saat interview dengan pihak perusahaan Jepang.

Advertisement

“Magang maupun kerja nanti yang nentukan dati pihak perusahaan Jepang nya dan itu akan dinilai saat interview nanti. Minimal selama 3 tahun siswa akan magang atau kerja di Jepang,” pungkasnya.

Sementara itu, Kasie Lembaga Pelatihan Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Cirebon, Ibnu berpesan kepada siswa bila nanti telah bekerja ditekankan harus menjaga nama baik bangsa dan negara.

“Harus mengikuti aturan yang ada terutama berangkat ke Jepang itu bukan mencari uang akan tetapi untuk memperbaiki etos kerja sehingga pulang dari jepang nantinya akan lebih baik,” terangnya.

Dijelaskannya, Jepang memiliki budaya uang disiplin sehingga siapapun yang bekerja harus mengikuti sikap budaya kerja di Jepang nantinya.

“Di Jepang itu sangat disiplin dan saya tegaskan kalian harus ikut disiplin,” ungkapnya dihadapan siswa LPK.

Advertisement

Kemudian dirinya menegaskan kepada orang tua siswa supaya tidak khawatir, meskipun nantinya siswa LPK magang di Jepang secara otomatis sudah dilindungi dengan asuransi.

“Nanti itu kan liat dari hasil wawancara sama pihak dari perusahaan Jepang nya buat magang atau kerja, jadi kalaupun magang jangan khawatir karena sudah disertai dengan asuransi,” pungkasnya.

Continue Reading

Yang Lagi Trend