https://ciayumajakuning.id
No Result
View All Result
Senin, 20 Juli 2026
  • Umum
  • Seni & Budaya
  • Pariwisata
  • Ekbis
  • Teknologi
  • Lifestyle
  • Umkm
Informasi Seputar Cirebon Raya
No Result
View All Result
Home Ekbis

Harga Kedelai Naik Produsen Tempe Cirebon Rumahkan Karyawan

by Noer Panji
5 Januari 2021
in Ekbis, Umum
Kedelai Naik

Produsen tempe di Cirebon tetap berproduksi meski harga kedelai naik

CIREBON, CIAYUMAJAKUNING.ID – Naiknya harga kedelai membuat produsen tempe di Kampung Karangsetra Kelurahan Sukapura Kecamatan Kejaksan Kota Cirebon terpaksa merumahkan karyawannya.

Pengelola industri tempe rumahan Arif Budiman mengatakan, terus berusaha terus memproduksi dengan mengurangi ukuran tempe. Bahkan, untuk tetap berjualan, Arif mengurangi ukuran tempe yang akan dijualnya.

BacaJuga

Saatnya Back to School Bareng Mall of Indonesia

Mulai dari ‘Phenomenon’, Telkom AI Connect Bekali Peserta Menyusun Pitch Deck Proyek AI yang Lebih Meyakinkan

Mengkaji Unsur Force Majeure dalam Kasus Tewasnya Tiga Pekerja PT Moya di Gorong-Gorong Proyek Pipa Air Bersih: Investigasi yang Objektif, Adil, dan Profesional Sangat Diperlukan

MoraRepublic Dorong Generasi Muda Ciptakan Konten Berdampak Lewat Workshop “Create with IMPACT” Bersama Jerome Polin

Dia mengatakan, untuk mengurangi resiko kerugian, produsen tempe rumahan yang dikelola Arif terpaksa mengistirahatkan dua karyawannya. Produksi tempe dikelola oleh keluarga Arif Budiman.

“Ini ada potensi harga kedelai naik lagi dan resiko yang ditekan yang di bawah harga naik atau ukuran berkurang,” ujar dia.

Arif mengaku kenaikan harga tak seimbang dengan modal yang dikeluarkan. Sebelumnya Arif memproduksi 60 sampai 70 kg per hari, sekarang 50 kg per hari.

Dia menjelaskan, untuk mengurangi resiko rugi, hasil produksi tempe harus habis terjual dalam sehari. Dia menyebutkan, harga jual tempe buatan Arif saat ini Rp 4000 per potong.

“Sebelumnya Rp 3000 sampai 3500 per potong,” sebut dia.

Namun demikian, Arif mengaku masih rugi jika harga kedelai impor dijual Rp 9300 sampai Rp 9500 per kg.

Butuh waktu empat hari dalam proses memproduksi tempe. Mulai dari pengolahan kedelai sampai penjualan.

“Sebelumnya pendapatan rata-rata Rp 500 ribu sampai Rp 600 ribu per hari sekarang omset dan pendapatan turun. Untung Rp 1000 saja masih belum nutup sama ongkos produksi,” sebut Arif.

Tags: CirebonKedelai NaikProdusen TempeTempe

Related Posts

Saatnya Back to School Bareng Mall of Indonesia

Saatnya Back to School Bareng Mall of Indonesia

20 Juli 2026
Mengkaji Unsur Force Majeure dalam Kasus Tewasnya Tiga Pekerja PT Moya di Gorong-Gorong Proyek Pipa Air Bersih: Investigasi yang Objektif, Adil, dan Profesional Sangat Diperlukan

Mulai dari ‘Phenomenon’, Telkom AI Connect Bekali Peserta Menyusun Pitch Deck Proyek AI yang Lebih Meyakinkan

20 Juli 2026
Mengkaji Unsur Force Majeure dalam Kasus Tewasnya Tiga Pekerja PT Moya di Gorong-Gorong Proyek Pipa Air Bersih: Investigasi yang Objektif, Adil, dan Profesional Sangat Diperlukan

Mengkaji Unsur Force Majeure dalam Kasus Tewasnya Tiga Pekerja PT Moya di Gorong-Gorong Proyek Pipa Air Bersih: Investigasi yang Objektif, Adil, dan Profesional Sangat Diperlukan

20 Juli 2026
MoraRepublic Dorong Generasi Muda Ciptakan Konten Berdampak Lewat Workshop “Create with IMPACT” Bersama Jerome Polin

MoraRepublic Dorong Generasi Muda Ciptakan Konten Berdampak Lewat Workshop “Create with IMPACT” Bersama Jerome Polin

20 Juli 2026
Inflasi Mendingin, Wall Street Reli: Saatnya Investor Bersiap?

Inflasi Mendingin, Wall Street Reli: Saatnya Investor Bersiap?

20 Juli 2026
International Undergraduate Program Pilihan untuk Future Creative Designer

International Undergraduate Program Pilihan untuk Future Creative Designer

20 Juli 2026

Redaksi | Tentang Kami | Pedoman Media Siber

Partner

© 2026 ciayumajakuning.id - PT. Sonde Mitra Utama
No Result
View All Result
  • Umum
  • Seni & Budaya
  • Pariwisata
  • Ekbis
  • Teknologi
  • Lifestyle
  • Umkm

© 2020 ciayumajakuning.id