Umum
Masa Pandemi Covid-19, STIKes Ahmad Dahlan Cirebon Tingkatkan Kompetensi Lulusannya

CIREBON, CIAYUMAJAKUNING.ID – Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Ahmad Dahlan Cirebon (ADC) untuk terus berbenah diri dalam meningkatkan capaian dari sisi akademik.
Salah satu prestasi membanggakan yang berhasil diraih yakni naiknya jumlah kelulusan Uji Kompetensi (ukom) Perawat Indonesia dari tahun sebelumnya.
Ketua STIKes ADC Cirebon, Hj. Ruswati, Ners.,M.Kep, menyebutkan atas raihan capaian tersebut tentunya menjadi kebanggaan tersendiri bagi almamater kampus yang dipimpinnya.
Tentunya, pihaknya juga atas nama pribadi dan lembaga mengucapkan selamat kepada para peserta Uji Kompetensi Perawat Indonesia bagi mahasiswa yang telah mengikuti kegiatan tersebut.
“Selamat kepada seluruh alumni STIKes ADC yang telah lulus uji kompetensi Perawat Indonesia. Semoga hasilnya bisa meningkatkan Standar Kompetensi Perawat Indonesia agar lebih professional.” ungkapnya, Selasa (23/2/2021).
Ruswati menyebutkan, Uji Kompetensi Perawat merupakan proses untuk mendapatkan pengakuan terhadap kompetensi yang dimiliki oleh seorang tenaga kesehatan dalam menjalankan profesinya dengan cara mengukur pengetahuan.
Selain raihan peningkatan nilai akademik yang sukses dicapai, pihaknya pun kini sudah resmi beralih status. Raihan peningkatan itu diketahui sebelumnya Akper Muhammadiyah Cirebon kini menjadi STIKes Ahmad Dahlan Cirebon. Karena dari yang sebelumnya hanya memiliki satu prodi D3 keperawatan, kini sudah bertambah satu lagi yakni prodi S1 administrasi rumah sakit.
“Insyaallah tahun ini proses pembelajaran sudah akan dibuka dengan membuka penerimaan mahasiswa baru. Namun tetap dengan penerapan protokol kesehatan sebagaimana mestinya,” kata Ruswati.
Sementara itu, Wakil Ketua I STIKes Ahmad Dahlan Cirebon, Yani Trihandayani, Ners.M.Kep, mengungkapkan kenaikan tahun akademik saat ini sangat memuaskan dengan dominasi lulusan kompeten. Lantaran, tahun akademik 2020 pada keikutsertaan peserta dari 147 yang lulus hanya 142 yang dipresentasikan hanya 96,6.
“Sedangkan untuk tahun akademik 2021 ini, dari peserta 130 yang lulus mencapai 128 mahasiswa dengan presentasi mencapai 98,5 persen kelulusan,” ujarnya.
Dirinya menyebutkan, salah satu indikator sebagai perawat professional yaitu jika perawat tersebut sudah memiliki bukti Surat Tanda Registrasi (STR). Tentunya, kata dia, untuk mendapatkan STR maka ada fase yang harus dilaksanakan oleh seorang perawat yaitu mengikuti Uji Kompetensi Perawat Indonesia. Menurutnya, jerih payah suksesi ini tak lain atas kerja keras bersama dari para Dosen Pembimbing dan upaya-upaya yang dilakukan peserta uji kompetensi ners untuk mempersiapkan uji kompetensi tersebut.
“Tak lupa kami ucapkan terima kasih banyak kepada semua elemen yang sudah terlibat yang selalu memberikan arahan, support materil maupun non materil. Sehingga Uji Kompetensi Perawat Indonesia dapat berjalan dengan baik. Semoga kedepannya kami dapat meningkatkan kualitas pendampingan agar dapat menghantarkan semua alumni menjadi kompeten,” tutup dia.
- Teknologi2 tahun ago
SamFW Tool 4.0 Tool Gratis FRP Samsung Cukup Satu Klik
- Lirik Lagu2 tahun ago
Lirik Lagu Mabok Ngeslot Anik Arnika Bahasa Cirebon Dan Bahasa Indonesia
- legal2 tahun ago
Dimana Ada Proyek Wajib Ada Papan Proyek, Ini Dasar Hukumnya
- Kuliner5 tahun ago
Menyesap Kopi Lunaira Usung Konsep Bayar Seikhlasnya
- Teknologi2 tahun ago
Download TFT Unlock 2023 V3.1.1.1 Update ByPass FRP Tool dan Unlock iPhone dan iPad
- Umum2 bulan ago
Istimewa, Bupati Terpilih Kuningan Dian Rachmat Yanuar Rayakan HUT ke-57
- Umum4 bulan ago
BBGP Jabar Gelar Program Kareta Sobat di Gedung Linggarjati Kuningan
- Budaya4 bulan ago
Tradisi Memitu Indramayu Resmi Jadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia