https://ciayumajakuning.id
No Result
View All Result
Kamis, 3 September 2026
  • Umum
  • Seni & Budaya
  • Pariwisata
  • Ekbis
  • Teknologi
  • Lifestyle
  • Umkm
Informasi Seputar Cirebon Raya
No Result
View All Result
Home Umum

Budidaya Maggot Jadi Cara Kades di Kuningan Atasi Masalah Sampah

by Bastian
11 Januari 2022
in Umum
Budidaya Maggot Jadi Cara Kades di Kuningan Atasi Masalah Sampah

KUNINGAN, CIAYUMAJAKUNING.ID – Upaya untuk mengatasi persoalan sampah membuat banyak kepala desa di Kabupaten Kuningan mulai menggeluti usaha budidaya maggot.

Diawali dengan keberhasilan Desa Kertayasa, Kecamatan Sindang Agung dalam menangani sampah melalui budidaya maggot, puluhan Kades di Kuningan ini kini serius untuk bisa belajar budidaya maggot.

BacaJuga

Komisi III DPRD Kota Cirebon Evaluasi Pelaksanaan SPMB 2026

Merdeka yang Dirasakan, Pelayanan Publik Jadi Bagian dari Makna Kemerdekaan di Kota Cirebon

FEBI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Siapkan Generasi Pemimpin Bisnis Berkelanjutan

OJK Dorong Ekonomi Warga Desa Jagara Tumbuh dari Potensi Lokal

Setidaknya ada 24 Kades di Kecamatan Ciawigebang membawa serta pengurus BUMDes dan perwakilan masyarakat untuk mengikuti pelatihan budidaya maggot di Aula Kantor Kecamatan.

Dihadiri Anggota DPRD Jawa Barat Tina Wiryawati, para Kades tampak antusias mengikuti pelatihan yang diberikan oleh Arif Amarudin selaku Kades Kertayasa dan Sulistio IPAC penggiat pertanian organik.

Pada pelatihan itu Arif mengatakan untuk mengatasi masalah sampah yang paling penting ialah harus mengubah pola pikir masyarakat dalam melihat sampah yang bisa dijadikan sebagai sumber ekonomi.

“Di desa kami warga berebut sampah. Karena pandangan mereka sampah ini adalah uang. Sampah organik bisa jadi pakan maggot dan sampah anorganik bisa dijual di bank sampah, bahkan bisa jadi emas batangan,” kata Arif.

Menurutnya perubahan pola pikir masyarakat ini memang tidak bisa dilakukan dengan cepat. Namun yang paling penting adalah dengan menunjukan jika sampah bisa jadi sumber penghasilan keluarga.

“Cara budidaya maggot pun mudah sekali, dan maggot ini mulai telur, larva, pre-pupa, lupa hingga lalat dewasa sangat mahal harganya. Bahkan bekas maggot yang berbentuk tanah pun sangat baik digunakan untuk media tanam pertanian, ” ujarnya.

Sementara itu Sulistio IPAC menambahkan, pakan maggot ini adalah semua jenis sampah organik. Maggot biasanya menghisap makanan dari sampah yang telah dicacah dan terurai seperti bubur.

“Untuk membantu mempercepat penguraian pakan maggot ini bisa disemprot cairan tertentu yang mengandung EM4,” jelas Tio.

Budidaya maggot selain bisa membantu pengurangan tumpukan sampah sehingga membantu perbaikan lingkungan, juga menambah penghasilan.

“Selain sampah organik, sampah anorganik pun jelas bernilai ekonomi. Bisa dijadikan daur ulang untuk berbagai macam bentuk kebutuhan,” ucapnya.

Ditempat yang sama Anggota DPRD Jabar Tina Wiryawati mengungkapkan persoalan sampah di berbagai daerah tidak pernah ada habisnya. Upaya yang dilakukan dinas terkait sejauh ini kata dia belum ada solusi untuk menangani sampah.

“Pembuatan tempat pembuangan sampah sementara, hingga upaya pengambilan sampah oleh kendaraan operasional Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kuningan sudah dilakukan,” ujar Tina.

Hingga akhirnya puluhan kepala desa di Kabupaten Kuningan tertarik pada sebuah solusi tepat dalam menangani masalah sampah, yakni budidaya maggot.

“Diawali dengan kesuksesan Desa Kertayasa, Kecamatan Sindang agung dalam menangani sampah melalui budidaya maggot, puluhan kades di Kuningan ini kini serius untuk bisa belajar budidaya maggot,” terangnya.

Bahkan belum lama, tercatat ada 24 kepala desa di Kecamatan Ciawigebang mengikuti pelatihan budidaya maggot. Usai itu, Tina kembali mengadakan pelatihan serupa di Desa Kertayasa, Kecamatan Sindangagung, Kuningan.

“Kita berharap melalui budidaya maggot ini, menjadi salah satu solusi dalam mengatasi persoalan sampah. Namun BUMDes juga perlu diikutsertakan, karena BUMDes adalah lembaga yang diharapkan bisa membantu dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat,” kata Tina.

Menurutnya, sampah organik yang diolah bisa menghasilkan maggot dengan nilai jual cukup menjanjikan. Bahkan sampah bekas maggot akibat tidak habis terurai, bisa dimanfaatkan sebagai pupuk organik untuk pertanian.

“Jadi maggotnya bisa dijual dan menghasilkan cuan, lalu sisa-sisa sampah dari bekas maggot ini dapat menjadi pupuk kompos. Sehingga jelas menguntungkan, selain mengatasi persoalan sampah, kemudian sampah yang diolah menjadi maggot ini bisa menghasilkan pendapatan bagi masyarakat,” tandasnya.

Tags: KuninganMaggotTina Wiryawati

Related Posts

Komisi III DPRD Kota Cirebon Evaluasi Pelaksanaan SPMB 2026

Komisi III DPRD Kota Cirebon Evaluasi Pelaksanaan SPMB 2026

2 September 2026

Merdeka yang Dirasakan, Pelayanan Publik Jadi Bagian dari Makna Kemerdekaan di Kota Cirebon

2 September 2026
FEBI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Siapkan Generasi Pemimpin Bisnis Berkelanjutan

FEBI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Siapkan Generasi Pemimpin Bisnis Berkelanjutan

1 September 2026

OJK Dorong Ekonomi Warga Desa Jagara Tumbuh dari Potensi Lokal

31 Agustus 2026

Wagub Erwan Sebut Veteran Bukan Sekadar Pelaku Sejarah, tapi Penjaga Nilai Perjuangan

31 Agustus 2026
Persima Majalengka U-17 Siap Berlaga di Ajang Piala Soeratin 2026

Persima Majalengka U-17 Siap Berlaga di Ajang Piala Soeratin 2026

31 Agustus 2026

Berita Terpopuler

  • Dana BUMDes Desa Kejuden Diduga Digelapkan Hingga Rp 200 Juta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lirik Lagu Mabok Ngeslot Anik Arnika Bahasa Cirebon Dan Bahasa Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengintip Proyek Wisata Jabar Land Park Susukanlebak Cirebon

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jelang Purnabakti, 246 ASN Pemkab Cirebon Diberi Pembekalan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Palagan Festival: Cara Unik Desa Alamanis Cirebon Menjaga Eksistensi Tari Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • ESG Award 2026 by KEHATI Kembali Digelar, Dorong ESG Menjadi Standar Baru Daya Saing Bisnis Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bisnis Sewa Motor Masa Depan: Terhubung lewat 1 pintu, YourBestie

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dimana Ada Proyek Wajib Ada Papan Proyek, Ini Dasar Hukumnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lima Hotel Baru Berdiri, Umar Klau Wanti-wanti: Jangan Sampai Warga Cirebon Jadi Penonton

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cegah Kebocoran Data, Nakes Puskesmas Kesunean Dapat Literasi Keamanan Digital

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Redaksi | Tentang Kami | Pedoman Media Siber

Partner

© 2026 ciayumajakuning.id - PT. Sonde Mitra Utama
No Result
View All Result
  • Umum
  • Seni & Budaya
  • Pariwisata
  • Ekbis
  • Teknologi
  • Lifestyle
  • Umkm

© 2020 ciayumajakuning.id